Hamas Ancam Konflik Baru Jika Dana Bantuan Qatar Tak Ditransfer ke Gaza

Para pejuang berkumpul mengenakan masker sembari mengacungkan senapan serbu yang diarak di Kota Gaza. [Foto: Reuters]

GAZA - Kelompok militan Hamas melontarkan ancaman untuk memicu eskalasi konflik terbaru jika Israel tidak mengizinkan transfer dana bantuan US$ 30 juta (Rp 434 miliar) dari Qatar ke Gaza. Ancaman ini disampaikan saat Hamas menggelar pertemuan dengan koordinator khusus Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), pekan ini.

Seperti dilaporkan media lokal Israel, Kan News dan dilansir Jerusalem Post, Rabu (23/6/2021), pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, diketahui menggelar pertemuan dengan Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Tor Wennesland, pada Senin (21/6) waktu setempat.

Dalam pertemuan itu, Sinwar menegaskan bahwa Israel harus mengizinkan transfer dana bantuan Qatar sebesar US$ 30 juta ke Gaza. Sinwar bahkan mengancam akan meningkatkan eskalasi ketegangan jika tuntutan itu tidak dipenuhi.

Sinwar juga menuturkan bahwa pembicaraan antara Hamas dan PBB membahas dana bantuan Qatar itu berujung kegagalan. Dia mengumumkan bahwa Hamas menolak provokasi Israel dan menyatakan pertemuan dengan semua faksi Palestina akan digelar kemudian.

"Itu pertemuan yang buruk dan sama sekali tidak positif," sebut Sinwar. "Pertemuan dengan delegasi PBB itu menyeluruh dan mereka mendengarkan kami. Tapi sayangnya, tidak ada indikasi niat untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza," imbuhnya.

Diketahui bahwa seperti dilansir media lokal Israel lainnya, The Times of Israel, PBB kini memainkan peran dalam mekanisme baru untuk memfasilitasi transfer dana bantuan Qatar untuk Gaza. Laporan media lokal Channel 12, yang tidak menjelaskan sumbernya, menyatakan Otoritas Palestina tidak akan dilibatkan dalam transfer dana itu dan untuk selanjutnya, transfer dana akan dilakukan via PBB.

Disebutkan juga bahwa dana bantuan Qatar tidak akan diberikan secara tunai dalam koper-koper seperti yang dilakukan sebelum-sebelumnya, namun akan dibawa ke Gaza dengan menggunakan 'cara lainnya' tanpa dijelaskan lebih lanjut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Qatar dengan persetujuan Israel menyalurkan dana ratusan juta dolar Amerika dalam bentuk tunai untuk memampukan Hamas, yang menguasai Gaza, membayar bahan bakar untuk pembangkit listrik di Gaza, membayar para pegawai negeri, dan memberikan bantuan kepada puluhan ribu keluarga miskin.

Awal tahun ini, Qatar menjanjikan dana bantuan total US$ 360 juta untuk Gaza. Namun pembayarannya belum juga dilakukan sejak bulan lalu karena terjadinya pertempuran sengit antara Hamas dan Israel. Diketahui bahwa Israel menolak mengizinkan transfer dana bantuan Qatar ke Gaza hingga Hamas membebaskan dua warga sipil dan menyerahkan dua jenazah tentara Israel yang ditahan.

Dalam pernyataan terpisah, Mesir menentang dimulainya kembali penyaluran dana bantuan Qatar, dengan bersikeras menyatakan agar mekanisme baru digunakan untuk mentransfer dana bantuan itu ke Gaza supaya tidak mencapai kantong Hamas.

Qatar menolak tuduhan yang bermunculan bahwa dana bantuannya mengalir ke kelompok-kelompok teror di Gaza dan menegaskan bahwa Israel mengetahui persis bagaimana dana bantuan itu disalurkan.

Hamas sebelumnya dilaporkan merasa frustrasi dengan penundaan penyaluran dana bantuan Qatar itu, yang disebut-sebut berkontribusi pada serangan balon-balon api dari Gaza ke wilayah Israel beberapa hari terakhir. []

Komentar

Loading...