Iran Tangkap Mata-mata Israel, Sita Gudang Senjata

Bendera Iran. [Foto: Istimewa]

TEHERAN - Pasukan Keamanan Iran mengaku telah menangkap jaringan mata-mata yang bekerja untuk Israel pada Selasa (27/7/2021).
Pihak berwenang Iran juga menyita sebuah gudang senjata yang menampung beragam senapan dan senjata lain digunakan selama demonstrasi yang berlangsung di beberapa wilayah di Iran baru-baru ini.

Pihak berwenang Iran menuduh pembangkang bersenjata memprovokasi bentrokan selama demonstrasi memprotes krisis air bersih berlangsung selama beberapa waktu terakhir.

"Operator Mossad (Intelijen Israel) bermaksud menggunakan persenjataan itu dalam kerusuhan dan pembunuhan di perkotaan," kata seorang pejabat Kementerian Intelijen Iran seperti dikutip media pemerintah Iran seperti dikutip Reuters.

Namun, pejabat Iran tersebut tak menjelaskan detail soal agen tersebut.

Iran kerap menuduh musuhnya seperti Israel, Amerika Serikat, hingga Arab Saudi, mencoba mengacaukan negara dengan memicu serta menghasut demonstrasi kekerasan.

Senjata yang disita termasuk pistol, granat, senapan serbu, dan amunisi. Pejabat Iran itu menambahkan beberapa di antara senjata tersebut digunakan untuk "memprovokasi bentrokan selama protes berlangsung".

Hingga kini tidak ada komentar langsung dari Israel soal tuduhan Iran tersebut.

Penangkapan ini berlangsung ketika demonstrasi kekurangan air bersih berlangsung di Iran selama hampir dua minggu terakhir.

Setidaknya tiga orang tewas tertembak dalam demonstrasi berujung kerusuhan di Provinsi Khuzestan, barat daya Iran.

Salah satu dari tiga korban tewas itu merupakan perwira polisi. Gubernur Khuzestan, Fereydoun Bandari, menuturkan polisi itu tewas saat mengamankan demonstrasi di kota pelabuhan Mahshahr.

Khuzestan adalah rumah bagi minoritas kaum Muslim Sunni di Iran yang sebagian besar penduduknya menganut Syiah. Kaum Sunni di Iran kerap mengeluh sering terpinggirkan akibat perbedaan aliran kepercayaan mereka.

Pada 2019, Provinsi Khuzestan menjadi titik utama protes anti-pemerintah.

Demonstrasi kali ini dipicu oleh kekurangan air bersih yang selama ini dirasakan rakyat Khuzestan ketika musim panas tiba. Pada Rabu kemarin, stasiun televisi pemerintah Iran memperlihatkan antrean panjang truk air di depo air bersih yang terletak di beberapa daerah Khuzestan.

Selama bertahun-tahun, gelombang musim panas ekstrem dan badai pasir musiman terus membuat dataran Khuzestan yang dulu subur menjadi gersang dan tandus.

Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim menjadi pemicu utama kekeringan di daerah tersebut. []

Komentar

Loading...