Israel Siapkan Serangan Darat di Gaza

Militer Israel di perbatasan Gaza. [Foto: Reuters]

TEL AVIV - Militer Israel siap menyetujui rencana serangan darat di Jalur Gaza. Laman Independent, Kamis (13/5/2021), menyebutkan Divisi Gaza dan Komando Selatan di tubuh militer Israel menyusun proposal untuk diteken para pemimpin Israel.

Pasukan tempur telah dimobilisasi ke posisi dekat Gaza. Juru bicara militer mengatakan kepada Independent, pergerakan ini disebut sebagai bagian dari "mempersiapkan diri untuk operasi darat".

Sementara penguasa di Gaza, Hamas, menyatakan meluncurkan roket ke arah Ramon Airport, dekat Eliat di Laut Merah. Namun, laman Haaretz melaporkan, roket itu tidak menimbulkan jatuh korban atau kerusakan apapun.

Saat berita ini ditulis, laman Aljazirah melaporkan, sudah 83 warga Gaza gugur dalam serangan Israel kali ini. Termasuk di antara mereka adalah 17 anak-anak. Sekitar 480 orang lainnya cedera. Sedangkan enam warga Israel dan seorang warga India meninggal terkena serangan roket dari Gaza.

Desak PBB Kecam Serangan Gaza

Meski terus menggempur Palestina, Israel mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengecam serangan yang dilancarkan dari Jalur Gaza ke arah negaranya.
Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan, menyampaikan desakan itu melalui sepucuk surat kepada Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

"Saya mendesak komunitas internasional untuk juga mengecam serangan oleh kelompok teroris di Jalur Gaza terhadap warga sipil dan pusat-pusat populasi Israel dan mendukung hak dasar Israel untuk mempertahankan diri," tulis Erdan.

Sebagaimana dilansir AFP, Erdan kemudian menuliskan, "Israel tak ingin ada eskalasi. Namun, Israel punya hak dan kewajiban untuk melindungi warga dan kedaulatannya dan akan terus melakukan itu dengan serius."

Meski mengaku tak ingin ada eskalasi, sebelumnya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan terus meningkatkan serangan ke Jalur Gaza.

Tak lama setelah Netanyahu melontarkan pernyataan itu, faksi Palestina penguasa Jalur Gaza, Hamas, pun menyatakan bahwa mereka siap jika Israel mau meningkatkan ketegangan.

Dewan Keamanan PBB sendiri sudah menggelar dua pertemuan tertutup untuk membahas peningkatan ketegangan antara Israel dan Palestina dalam sepekan belakangan.

Dalam pertemuan itu, AS sebagai sekutu kuat Israel mencegah upaya DK PBB untuk mengeluarkan pernyataan berisi desakan mengakhiri kekerasan.

Perwakilan AS menyatakan bahwa tim negaranya sudah melakukan diplomasi di balik layar. Menurut AS, pernyataan DK PBB itu akan kontraproduktif dengan upaya negaranya.

Suasana di kawasan tersebut memanas pada Jumat pekan lalu, ketika warga Palestina menyuarakan penolakan mereka atas keputusan Mahkamah Agung Israel.

Putusan itu memungkinkan pengusiran warga Palestina dari rumah mereka di tanah yang diklaim oleh pemukim Israel.

Situasi makin panas awal pekan ini, saat warga Israel ingin memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa untuk memperingati pencaplokan wilayah Yerusalem dalam Perang Enam Hari pada 1967 silam. Pencaplokan itu tidak diakui oleh komunitas internasional.

Ratusan warga Palestina lantas menyambangi Masjid Al-Aqsa dan dilaporkan melempari batu ke arah petugas keamanan. Bentrokan antara warga Palestina dan aparat Israel pun tak terbendung.

Sejak saat itu, Israel dan Palestina saling serang. Faksi Palestina, Hamas, melontarkan ratusan roket, sementara Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza. []

Komentar

Loading...