Konflik Azerbaijan dan Armenia Masuk Hari Kedua, 15 Tentara Tewas

Salah satu kendaraan lapis baja Azerbaijan yang dihancurkan oleh angkatan bersenjata Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh yang memisahkan diri pada 27 September 2020. Kawasan Nagorno-Karabakh yang diperebutkan kedua negara merupakan koridor pipa minyak dan gas untuk dijual ke pasar global. [Foto: Defence Ministry of Armenia/Handout via REUTERS]

Konflik Azerbaijan dan Armenia kembali memanas pada hari kedua dengan pasukan kedua negara terlibat saling tembak pada, Senin, 28 September 2020. Ini terkait wilayah sengketa Nagorno-Karabakh di Azerbaijan.

Pada Konflik hari pertama Azerbaijan dan Armenia, pimpinan Nagorno-Karabakh mengatakan 16 orang tentaranya tewas dan sekitar 100 orang lainnya terluka.

"Kedua belah pihak saling tuduh sebagai pihak yang menggunakan artileri berat," begitu dilansir Reuters pada Senin (28/9/2020).

Nagorno-Karabakh terletak di wilayah Azerbaijan, yang mayoritas berpenduduk Muslim. Wilayah itu, yang dikuasai keturunan Armenia yang mayoritas Kristen, memisahkan diri dari Arzerbaijan pada 1991 saat Uni Sovyet runtuh.

Bentrokan antara Armenia dan Azerbaijan ini adalah yang terbesar sejak 2016 lalu.

Konflik Azerbaijan dan Armenia ini telah menghidupkan kembali kekhawatiran atas stabilitas di wilayah Kaukasus Selatan, yang menjadi koridor pipa minyak dan gas ke pasar dunia.

Presiden Azerbaijan mengumumkan mobilisasi militer parsial. Kantor berita Interfax mengutip perwakilan Kementerian Pertahanan Armenia yang mengatakan bahwa ada 200 orang Armenia yang terluka.

Dilansir dari Reuters, Nagorno-Karabakh melaporkan lebih dari 15 tentaranya telah tewas pada Senin. Pimpinan di sana juga mengatakan telah memulihkan beberapa wilayah yang telah kehilangan kendali pada hari Ahad kemarin.

Pimpinan Nagorno-Karabakh mengatakan Azerbaijan telah menggunakan artileri berat ke daerah-daerah peperangan. Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan pasukan Armenia telah menembaki Kota Terter. Rusia menyerukan gencatan senjata segera. Sedangkan Turki mengatakan mendukung Azerbaijan, yang merupakan sekutu tradisionalnya. []

Komentar

Loading...