Korban Meninggal Akibat Serangan Israel di Gaza Bertambah Jadi 254 Jiwa

Warga Gaza berjalan melewati bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel. [Foto: Reuters]

GAZA - Jumlah korban meninggal akibat serangan Israel terhadap Jalur Gaza yang dikepung, yang berakhir pekan lalu pasca gencatan senjata antara Israel dan Hamas bertambah menjadi 254 jiwa, termasuk 39 perempuan dan 66 anak-anak, ungkap Kementerian Kesehatan Palestina, Selasa (25/5/2021).

Satu lagi warga Palestina yang terluka dalam serangan 11 hari Israel kehilangan nyawanya, demikian pernyataan kementerian.
BACA JUGA: Konflik Hamas dan Israel Terus Memanas, Ini Sejarah Panjang Konfrontasi Keduanya

Gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas Palestina berlaku pada Jumat dini hari pekan lalu.

Gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir dicapai setelah 11 hari serangan udara Israel terhadap Jalur Gaza yang diblokade.

Dalam serangan di Gaza yang berlangsung sejak 10 Mei, militer Israel menyisakan jejak kehancuran yang luar biasa.

80 Pejuang Hamas Terkubur di Terowongan

Sebanyak 80 pejuang Hamas tewas dan dikuburkan di terowongan teror Gaza setelah Israel menipu mereka seolah-olah invasi atau serangan darat sedang berlangsung minggu lalu.

Tim pencari masih menggali para pejuang tentang sistem bawah tanah yang dijuluki "Metro Gaza" yang telah dihantam oleh ratusan serangan udara.
Kepemimpinan Hamas ditipu untuk mengirim pasukan tempur besar ke bawah tanah ketika pasukan pertahanan Israel men-tweet bahwa operasi udara dan darat sedang berlangsung.

Hamas percaya jika mereka diserang pasukan darat Israel, para pejuang bersenjata berat membanjiri terowongan sehingga mereka bisa menyerang pasukan penyerang.

Tetapi segera setelah mereka memasuki sistem bawah permukaan, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran, menghancurkan terowongan dengan bom penghancur bunker dan ledakan lainnya.

Beberapa saat setelah tweet Israel dikirim, tweet itu kemudian dihapus, dalam misi penipuan besar-besaran yang mengumpulkan pejuang Hamas dalam jumlah besar sehingga mereka dapat diserang.

Pada Senin (24/5), tim pencari Palestina di dalam Gaza masih berusaha menjangkau sisa-sisa pejuang jauh di bawah tanah karena penduduk setempat menghitung biaya pertukaran rudal 11 hari itu.

“Sekarang dipercaya sekitar 80 terbunuh, banyak di antaranya masih terkubur jauh di bawah tanah. Pada saat itu diyakini operasi penipuan telah menargetkan sebanyak 200 orang, tetapi tampaknya 80 adalah hitungan terbaru, dari intelijen yang dikumpulkan di Gaza,” terang seorang sumber di Israel kepada Daily Mirror:

Pada Senin (24/5) terjadi hari keempat gencatan senjata antara militan Hamas Gaza dan Israel yang dilakukan di tengah peringatan dari Israel bahwa mereka akan membalas dengan kekerasan jika kelompok itu melepaskan tembakan. []

Komentar

Loading...