Korban Meninggal akibat Virus Corona Bertambah Menjadi 132 Orang

Petugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus corona ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China. [Foto: AFP]

BEIJING - Jumlah korban meninggal akibat virus corona bertambah lagi. Sebelumnya pada Selasa (28/01/2020) kemarin jumlah korban jiwa akibat virus yang pertama kali menyebar di Wuhan tersebut tercatat baru 106.

Dilansir CNN (29/01/2020), pihak berwenang China mengumumkan 132 orang tewas akibat virus corona. Semuanya di daratan China.

Ada 6.056 kasus yang dikonfirmasi di seluruh negeri, dan lebih dari 70 kasus yang dikonfirmasi di luar China, termasuk AS, Australia, Perancis, dan Jerman. Disebutkan di sana ada akselerasi penyebaran.

Virus corona tampaknya menyebar dengan cepat. Ada lonjakan 30 persen dalam kasus yang dilaporkan di China daratan hanya dalam sehari.

Sebelumnya pada Selasa, terdapat 4.515 orang yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus.

Suplai obat menipis

Staf rumah sakit di provinsi Hubei berjuang untuk mengatasi jumlah pasien dan suplai obat-obatan kian menipis. China telah mengerahkan lebih dari 1.800 tenaga medis ke provinsi Hubei untuk membantu mereka.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, mengirim tim ahli internasional ke China untuk menyelidiki wabah coronavirus.

Saat ini, banyak negara telah meningkatkan pemeriksaan bandara dan memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke China.

Beberapa negara yang telah membatasi warganya untuk tidak bepergian ke China adalah Indonesia dan Filipina.

Sementara itu, Hong Kong berhenti mengeluarkan izin perjalanan individu untuk pelancong dari China daratan.

Mengutip New York Times (29/01/2020), berikut ini update kasus infeksi di negara-negara yang telah terjangkit virus corona:

1. Thailand: 14 kasus
2, Hong Kong: 8
3. Amerika Serikat: 5
4. Taiwan: 5
5. Australia: 5
6. Makau: 5
7. Singapura: 4
8. Korea Selatan: 4
9. Malaysia: 4
10. Jepang: 7
11. Perancis: 4
12. Kanada: 3
13. Vietnam: 2
14. Nepal: 1
15. Kamboja: 1
16. Jerman: 1

Selain itu ditulis juga tidak ada kematian di luar China. Evakuasi warga Australia telah mengumumkan untuk mengambil langkah evakuasi warganya keluar dari provinsi Hubei.

Dilansir CNN (29/01/2020), Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan akan fokus pada bayi dan orang tua untuk repatriasi. Sebanyak lebih dari 600 warga Australia ada di provinsi Hubei. []

Komentar

Loading...