Taliban akan Rekrut Mantan Tentara Afghanistan untuk Tentara Nasional Baru

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid berbicara di depan anggota pasukan khusus Badri 313 berjaga-jaga saat menyampaikan sambutannya di bandara Kabul, Afghanistan 31 Agustus 2021. [Foto: Reuters]

KABUL - Kepala staf militer Taliban mengatakan mereka akan merekrut mantan personel keamanan pemerintah sebelumnya untuk menjadi bagian dari tentara baru nasional Afghanistan.

Dua minggu setelah pengumuman anggota pemerintahan sementara Taliban, penjabat kepala staf militer pemerintah Taliban, Qari Fasihuddin, pada Rabu mengatakan kepada surat kabar Afghanistan TOLO News, mereka sedang bekerja untuk membentuk tentara reguler.

Fasihuddin mengatakan rencana pembentukan tentara nasional Afghanistan akan segera diselesaikan.

"Negara kita yang tercinta harus memiliki tentara yang teratur dan kuat untuk dengan mudah mempertahankan dan melindungi negara kita," katanya, dikutip dari TOLO News, Jumat (17/9/2021).

Fasihuddin mengatakan para prajurit dan perwira militer pemerintahan sebelumnya juga akan direkrut untuk menjadi tentara baru.

"Mereka yang telah menerima pelatihan dan profesional harus digunakan di tentara baru kita. Kami berharap tentara ini harus dibentuk dalam waktu dekat," katanya, menambahkan Taliban akan melawan segala ancaman keamanan internal atau eksternal.

Taliban telah berulang kali mengatakan bahwa mantan personel militer pemerintah akan dipanggil kembali ke tugas mereka. Baru-baru ini, Taliban mengatakan mereka akan memanggil kembali mantan polisi pemerintah untuk menjaga keamanan Kabul bersama dengan pasukan Taliban.

Namun, mantan personel keamanan pemerintah mengatakan mereka belum diminta untuk melanjutkan tugas mereka.

Sejumlah mantan perwira militer menyatakan apresiasi atas niat Taliban untuk menggunakan mantan personel militer pemerintah dan mengatakan Taliban harus menggunakan keterampilan dan kemampuan personel tersebut.

"Mereka (Taliban) harus membuat keputusan tentang nasib 300.000 personel militer," kata Shakorullah Sultani, mantan perwira militer.

Pernyataan baru dari kepala staf militer pemerintah Taliban datang ketika penduduk telah berulang kali menyuarakan keprihatinan atas nasib personel keamanan, pertahanan, dan intelijen pemerintahan Afghanistan sebelumnya. [

Komentar

Loading...