Aceh Ekspor 18 Kontainer Kopi Arabica Gayo untuk Gerai Starbucks di AS dan Eropa

Ilustrasi Kopi Aceh. [Foto: Istimewa]

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melepas keberangkatan Kopi Arabica Gayo sebanyak 18 kontainer (9,6 ton) atau senilai Rp 6,5 miliar ke pasar AS dan Eropa pada Kamis (17/6/2021).

Seperti diketahui, Aceh Tengah memiliki komiditi unggulan yang berada di daerah Takengon, berupa Kopi Arabica Gayo. Daerah tersebut juga menjadi pemasok kopi bagi perusahaan kopi dunia asal Amerika Serikat (AS) Starbucks, lantaran variannya merupakan varian kopi terbaik dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Teten juga mengakui, kopi arabica gayo memang sangat tersohor Namanya, dan terkenal sebagai kopi terbaik. Bukan hanya dari rasa, tapi juga aromanya. Tak heran kopi arabica gayo ini dapat menarik minat pasar global.

“Saya juga pecinta kopi gayo. Kopi di Aceh Tengah ini sudah menjadi komoditas penting karena sekitar 60 persen warganya hidup dari pertanian kopi,” ujar Teten saat melakukan kunjugan kerja di Aceh yang disampaikan melalui siaran pers, Kamis (17/6/2021).

Teten mengungkapkan, ekspor kopi arabica gayo kali ini dilakukan sepenuhnya oleh Koperasi BQ Baburayyan. Koperasi tersebut merupakan satu-satunya koperasi yang memiliki akses langsung penjualan kopi ke Starbucks tanpa melalui broker atau agen.

“Tidak mudah tentunya koperasi bisa dipercaya untuk bisa jual langsung ke Starbucks. Tentunya ini kualitasnya sudah memenuhi standar internasional,” kata Teten.

Oleh karena itu, ke depan Teten meminta koperasi terus memperkuat kelembagaannya. Caranya adalah dengan berkolaborasi dengan para petani kopi perorangan, bergabung bersama koperasi, sehingga koperasi bisa menjadi offtaker pertama langsung dari petani. Jika koperasinya sehat, nanti akan didukung pembiayaan lewat LPDB-KUMKM. Koperasi juga akan diperkuat dengan resi gudang untuk menyimpan produk yang melimpah dan harga sedang tidak bagus.

“Dengan begitu, petani akan fokus pada kualitas kopinya. Saya Ingin memperkuat kelembagaan koperasi di Gayo khsususnya bagi para petani kopi. Kami juga akan memperkuat kelembagaannya serta pembiayaannya melalui LPDB-KUMKM, KUR, dan perbankan,” ujar Teten.

Ketua Koperasi BQ Baburrayyan Rizwan Husni mengatakan, koperasinya telah memiliki total anggota koperasi sebanyak 4.260 petani kopi yang memiliki sertifikasi kebun kopi organik dengan luas lahan 5.590 hektar (ha). Sejauh ini, Koperasi BQ Baburrayyan 100 persen membeli kopi langsung dari petani. Sekitar 85 persennya dijual untuk kualitas pasar ekspor dan sisanya 15 persen dijual di dalam negeri.

Starbucks sendiri, kata Rizwan, menjadi pasar terbesar untuk komoditas kopi. Starbucks sudah memiliki 33 ribu gerai di seluruh dunia. Baru-baru ini, Starbucks juga membuka gerai eksklusifnya di Medan setelah di Bali. Baburayyan juga memasok kopi gerai eksklusif tersebut di Medan.

“Kami menjadi satu-satunya koperasi yang memiliki direct access penjualan ke Starbucks. Kontrak kerja kami langsung dengan Starbucks. Mereka survei sendiri lokasi serta kualitas kopinya. Alhamdulillah produk kami disukai,” kata Rizwan.

Sebagai informasi, Baburayyan telah mensuplai kopi ke gerai Starbucks Reserve dan dikirim sebanyak 2.280 kg ke Yokohama (Jepang), 10.500 kg ke Shanghai (China), 8.400 kg ke AS, dan 2.820 kg ke Hamburg (Jerman).

Namun di sisi lain, pandemi Covid-19 yang terjadi juga memberikan dampak bagi Baburayyan, yang sebelumnya mampu mengekspor 1.000-1.500 ton per tahun, tetapi di 2020 lalu hanya sebanyak 499,2 ton dengan nilai Rp 35,6 miliar. Hingga Mei 2021 ini, Baburayyan menjual sebanyak 57.000 kg senilai Rp 4,2 miliar. []

Komentar

Loading...