Hingga Juni 2021, Kanwil Bea Cukai Aceh Mencatat Realisasi Penerimaan Negara Mencapai Rp 38,3 Miliar

BANDA ACEH - Terhitung hingga Juni 2021, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh telah merealisasikan capaian berupa pengumpulan penerimaan negara (revenue collector) hingga sejumlah 38,3 miliar atau 759,9 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 5,02 miliar.

"Penerimaan yang dikumpulkan tersebut terdiri dari bea masuk sebesar Rp 290 juta, bea keluar sebesar Rp 37,77 miliar dan cukai sebesar Rp 260 juta," kata Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Aceh, Safuadi, Senin (19/7/2021).

Menurut Safuadi, tingginya realisasi tersebut menunjukkan perekonomian masyarakat Aceh kembali bangkit setelah sempat terdampak pandemi COVID-19 yang kini masih berlangsung.

"Pengumpulan penerimaan negara dari bea cukai tidak sebanyak sektor lainnya seperti pajak. Sebab, bea cukai orientasinya pengawasan bukan fokus untuk mengumpulkan penerimaan negara," kata Safuadi.

Safuadi mengatakan Bea Cukai Aceh juga melakukan berapa upaya mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Di antaranya memberi fasilitas kepada pengusaha di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

Hingga Juni 2021, kata Safuadi, fasilitas kepabeanan diberikan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh di antaranya lima pusat logistik berikat dan dua kawasan berikat.

Kemudian, dua kawasan berikat, 13 fasilitas pembebasan bea masuk, delapan kawasan pabean, satu kawasan ekonomi Khusus atau KEK, serta lainnya.

"Kami juga berupa mendukung dan menyukseskan program-program rencana jangka panjang untuk peningkatan perekonomian masyarakat Aceh," kata Safuadi.[]

Komentar

Loading...