Realisasi Belanja APBN di Aceh Melebihi Target

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Aceh, Syafriadi, saat memaparkan data realisasi belanja APBN dalam media meeting di Gedung Keuangan, Banda Aceh, Selasa (6/7/2021). | FOTO: Zikirullah/acehonline

BANDA ACEH - Berdasarkan data per 30 Juni 2021, dari sisi pendapatan, realisasi Pendapatan Pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Aceh telah mencapai Rp 1,96 Triliun. Lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Sementara dari sisi belanja, realisasi belanja Pemerintah Pusat di Aceh telah mencapai 43,38 persen atau senilai Rp 6,22 Triliun. Artinya melebihi target nasional yang ditetapkan sebesar 40 persen di triwulan II. Persentase belanja ini juga menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 dan 2020," kata Kepala Kanwil DJPb Provinsi Aceh, Syafriadi, dalam media meeting di Gedung Keuangan, Banda Aceh, Selasa (6/7/2021).

Syafriadi menjelaskan, peningkatan realisasi belanja tahun 2021 didorong oleh pembayaran gaji 13 pada bulan Juni dan penyaluran dana Bantuan Sosial (Bansos) yang telah mencapai 45,87 persen.

Dana Bansos tersebut, kata Syafriadi, disalurkan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang penyalurannya dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Kantor Pusat Ditjen Pembendaharaan.

"Meskipun demikian, realisasi Belanja Barang dan Belanja Modal menunjukkan kinerja penyerapan di bawah rata-rata nasional," ujarnya.

Syafriadi merincikan, penyerapan Belanja Barang sebesar 38,44 persen atau senilai Rp 1,78 Triliun dari total pagu Rp 4,68 Triliun. Selanjutnya, penyerapan Belanja Modal sebesar 38,83 persen atau senilai Rp 1,01 Triliun dari total Rp 2,59 Triliun.[]

Komentar

Loading...