Forum Jurnalis Lingkungan Minta BKSDA Aceh Terbuka Terkait Informasi Kematian Satwa

Kepala Departemen Advokasi dan Monitoring FJL Aceh, Munandar Syamsuddin. | FOTO: Istimewa

BANDA ACEH - Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk terbuka terhadap informasi kematian Gajah Sumatra, di Provinsi Aceh. Selama ini, informasi kematian gajah disampaikan setengah-tengah. Padahal keterbukaan informasi dapat menjadi bahan diskusi para pihak untuk mencari solusi terhadap upaya perlindungan satwa.

Kepala Departemen Advokasi dan Monitoring FJL Aceh Munandar Syamsuddin mengatakan, kasus kematian gajah terbaru terjadi di CRU Trumon, Aceh Selatan. Gajah jinak berjenis kelamin betina bernama Intan mati beberapa hari lalu.

"Kami mendesak BKSDA Aceh membuka ke publik secara terang benderang apa penyebab kematian gajah Intan," kata Munandar.

Munandar menambahkan, selama ini BKSDA Aceh jarang membuka ke publik apa penyebab kematian gajah. Misalnya kematian gajah jinak Ollo di CRU Sampoiniet, tidak dijelaskan secara detail penyebab kematian.

Munandar mengatakan, informasi mendetail diperluka  publik agar publik bisa berkontribusi memberi masukan dan kritikan terhadap upaya perlindungan satwa.

"Kalau BKSDA Aceh tidak membuka semua informasi penyebab kematian, jangan-jangan ada hal yang ingin ditutupi," ujar Munandar.

Munandar menyarankan, setiap ada kematian satwa lindung sebaiknya digelar konferensi pers agar jurnalis bisa mengkonfirmasi dan menggali informasi lebih dalam. Jika hanya mengeluarkan siaran pers tidak ada komunikasi dua arah.

Sementara jika melayani pertanyaan jurnalis satu per satu lewat pesan singkat justru merepotkan. "Saya menilai komunikasi media di BKSDA Aceh sekarang belum baik," kata Munandar.[]

Komentar

Loading...