Gelar Festival Seni Budaya Alas – Gayo, Disbudpar: Budaya Salah Satu Aspek Potensi Tarik Wisatawan

BANDA ACEH - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar Festival Seni Budaya Alas - Gayo pada 23 - 24 Oktober 2021 di Hotel Amel dan Convention Hall Banda Aceh. Festival ini mengangkat tema "Budaye Te Identitas Te"

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin mengatakan, budaya adalah salah satu aspek yang sangat potensial untuk menarik peminat wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Seni budaya merupakan salah satu warisan dari leluhur atau nenek moyang yang menjadi keanekaragaman suatu tradisi dan dimiliki oleh suatu daerah.

Ia mengatakan, seni budaya Alas - Gayo merupakan salah satu budaya daerah yang ada di Aceh dan perlu dilestarikan dalam kehidupan.

"Karena itu, tugas kita bersama adalah untuk merawat dan memelihara seni budaya yang sudah ada saat ini," kata Jamaluddin.

Ia menjelaskan, seiring dengan berkembangnya dunia pada era globalisasi sekarang ini  kebudayaan  juga mengalami pergeseran  nilai-nilai  hidup  seperti  budi pekerti, tata krama, kebiasaan, tingkah laku, lingkungan dan sudut pandang masyarakat.

Kepala Bidang Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh, Nurlaila Hamjah, mengatakan tujuan festival ini untuk mengangkat kembali karya orisinil kesenian Alas - Gayo, menjaga eksistensi kesenian tradisi di kalangan anak muda dan untuk mendukung sanggar – sanggar untuk terus eksis dalam menjaga, melestarikan dan mewariskan kesenian Alas - Gayo.

"Pelestarian dan pembinaan seni budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan adalah kewajiban bersama, agar kekayaan dan keunikan seni budaya ini dapat terpelihara dan menjadikannya sebagai bagian dari keindahan budaya dunia," ujarnya.

Dalam festival ini menampilkan beberapa tarian tradisional dan kreasi, antara lain: Tarian Pembuka (Sanggar Linge), Tari Bines (Sanggar Beringin Sejuk), Tari Pelebat (Sanggar IPMAT), penampilan Ngekhane (Sanggar Seni Alas Meutuah), Tari Munalo (Sanggar Pawak), Tari Kreasi (Gayo Art Studio) dan penampilan musik puisi oleh ISAKA.

Pemerhati Budaya Alas Gayo Apresiasi Disbudpar Aceh

Pemerhati Budaya Alas Gayo, Ali Basrah, mengapresiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh beserta seluruh jajarannya, karena sudah melaksanakan Festival Seni Budaya Alas-Gayo.

Ia menjelaskan, Alas dan Gayo meliputi 4 kabupaten, yakni: Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bener Meriah dan Gayo Lues.

Menurutnya, empat kabupaten tersebut memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Ada Taman Nasional Gunung Leuser (Aceh Tenggara dan Gayo Lues). Sedangkan kawasan Danau Lut Tawar berada di Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Taman Nasional Gunung Leuser atau TNGL adalah salah satu Kawasan Pelestarian Alam di Indonesia seluas 1.094.692 hektare yang secara administrasi pemerintahan terletak di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara.

Taman nasional ini meliputi ekosistem asli dari pantai sampai pegunungan tinggi yang diliputi oleh hutan lebat khas hujan tropis. Dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

"Kita punya tugas bagaimana mempertahankan dan memperkenalkan budaya-budaya yang ada di 4 kabupaten tersebut," kata Ali Basrah, yang juga anggota DPR Aceh dari Fraksi Golkar.

Saat ini dihadapkan pada situasi dan kondisi yang sulit, karena pada tahun 2020 mengalami ancaman pandemi Coivd-19, sehingga sangat sulit bagi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan di bidang seni dan budaya.

Ia menjelaskan, kegiatan seni dan busaya tersebut dalam rangka memperkenalkan objek-objek pariwisata yang ada di Aceh, khususnya di kawasan 4 kabupaten.

"Namun demikian, kita tidak bisa pesimis, tapi harus optimis. Optimis itu kita wujudkan dalam rangka menampilkan seni dan budaya Alas dan Gayo.[]

Berita ini bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh

Komentar

Loading...