Migrasi TV Analog ke Digital di Banda Aceh dan Aceh Besar Dimulai 17 Agustus

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh memfasilitasi dialog antara lembaga penyiaran (TV) di Aceh Besar dan Banda Aceh dengan pemerintah mengenai migrasi TV analog ke digital yang berlangsung di Hotel Keumala Banda Aceh, Rabu (30/6/2021). | FOTO: Istimewa

BANDA ACEH – Proses migrasi penyiaran TV analog ke digital di Aceh akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, akan dilakukan di Banda Aceh dan Aceh Besar yang dimulai pada 17 Agustus 2021.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh, Putri Novriza, saat memfasilitasi dialog antara lembaga penyiaran (TV) di Aceh Besar dan Banda Aceh dengan pemerintah mengenai migrasi TV analog ke digital yang berlangsung di Hotel Keumala Banda Aceh, Rabu (30/6/2021).

"Penutupan TV Analog untuk Banda Aceh dan Aceh Besar akan dimulai pada tahap pertama pada 17 Agustus 2021," kata Putri Novriza dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (30/6/2021).

Putri menyebutkan, peralihan siaran TV analog ke siaran TV digital merupakan amanat Undang-undang Cipta Kerja. Pada UU Cipta Kerja, Pasal 72 angka 8 (sisipan Pasal 60A Undang-undang Penyiaran) disebutkan batas akhir penghentian siaran televisi analog atau Analog Switch Off (ASO) paling lambat dua tahun sejak diundangkan.

"Artinya batas akhir ASO atau migrasi TV digital pada 2 November 2022," sebutnya.

Dialog ini yang dimoderatori oleh Komisioner KPI Aceh, Faisal Ilyas, dihadiri oleh pimpinan 14 lembaga TV, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian (Kominsa) Aceh, Kepala Balai Monitoring (Balmon) Aceh Muhammad Saleh, Dinas Komunikasi dan Informatika Banda Aceh dan Aceh Besar dan Bardan Sahidi dari Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

"Dialog ini dibuat KPI Aceh untuk mengevaluasi kesiapan lembaga penyiaran TV di Aceh Besar dan Banda Aceh menuju penutupan TV Analog  tahun 2022. Acara sosialisasi ini juga sebagai salah satu ikhtiar dari KPI Aceh untuk menyukseskan amanah UU yang telah berlaku." pungkasnya.

Dalam dialog ini, kata Putri, lembaga penyiaran TV pemenang tender Multiplexing di Aceh juga diminta laporan mereka tentang proses penyaluran Set tob box (STB) ke masyarakat. Ke enam pemenang tender mux di Aceh yaitu Trans7, Group Viva, TVRI Aceh, Indosiar, Metro TV, dan RTCI.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh (Kominsa) Marwan Nusuf mengatakan, Pemerintah Aceh ikut mendukung penuh agenda migrasi TV dari analog ke digital yang telah diamanahkan oleh Undang-undang (UU) Cipta Kerja Cluster Penyiaran.

"Kita dukung penuh melalui beberapa kegiatan Dinas Kominsa Aceh melalui media sosial resmi Pemerintah Aceh, situs website, baliho, spanduk serta koordinasi berjenjang dengan Diskominfotik Banda Aceh dan Aceh Besar sebagai wilayah layanan satu yang akan segera bermigrasi. Dan pastinya kita terus berkoordinasi dengan KPI Aceh," ujar Marwan.

Pada kesempatan yang sama, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Bardan Sahidi dalam sambutannya meminta agar TV di Aceh dapat konsisten mendukung siaran lokal Aceh. Dia meminta agar TV-TV di Aceh misalnya ikut memutar film Cut Nyak Dhien dalam tayangannya.

"Kami meminta, lembaga penyiaran publik di Aceh, stasiun televisi milik pemerintah, swasta dan komunitas menyiarkan tayang ulang film Cut Nyak Dien, mendanai kesiapan perpindahan TV analog ke digital," kata Bardan.[]

Komentar

Loading...