Tutup Sosialisasi Instrumen, Pimpinan Dayah di Aceh Apresiasi Sistem Akreditasi BADA

Ilustrasi dayah atau pondok pesantren. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA) menutup sosialisasi Instrumen Akreditasi Pendidikan Dayah Aceh (IAPD) seluruh Aceh di Aceh Besar. Sosialisasi zona terakhir untuk wilayah Aceh Besar, Banda Aceh dan Sabang dipusatkan di Dayah Istiqamatuddin Darul Maa'rif Lam Ateuk, Aceh Besar, Senin (13/9/2021).

Para pimpinan dayah seluruh Aceh yang mengikuti acara sosialisasi Instrumen Akreditasi yang dilaksanakan untuk seluruh kabupaten/kota di Aceh mengapresiasi sistem akreditasi dan instrumen akreditasi Badan Akreditasi Dayah Aceh.

Hal itu disampaikan oleh beberapa pimpinan dayah di Aceh melalui rilis yang diterima acehonline.co pada Selasa (14/9/2021) di Banda Aceh.

"Kami menaruh harapan besar kepada Badan Akreditasi Dayah Aceh, dengan sistem dan mekanisme yang dibangun sangat memudahkan birokrasi dan administrasi dalam usulan Akreditasi kali ini, dan kami sangat apresiatif terhadap hal ini," ujar Tgk Abuya Basari, Pimpinan Dayah Raudhatul Islam, Lawe Alas Kuta Cane sekaligus Ketua HUDA Aceh Tenggara.

Hal senada juga disampaikan oleh Tgk Ridwan Gapi, Pimpinan Dayah Terpadu Raudhatun Najah, Kota Langsa. Menurut ulama yang akrab disapa Ayah Wan ini menilai instrumen Akreditasi Dayah yang digagas oleh BADA sangat objektif dalam melihat Dayah-dayah di Aceh.

"Menurut amatan kami para pimpinan dayah di wilayah timur, Instrumen akreditasi yang digunakan oleh BADA cukup mewakili kepentingan dayah dan menyasar peningkatan budaya mutu pendidikan di dayah, kami rasa ini menjadi penting sehingga tipologi akan menentukan jaminan bagi publik dalam melihat pendidikan dayah di Aceh," ungkap Ayah Wan yang pernah menjabat Ketua HUDA Kota Langsa.

Hal berbeda disampaikan oleh Tgk Syahrika Pimpinan Dayah Mi'yarul Ulum Al Aziziyyah, Bintang, Aceh Tengah. Ulama sekaligus Ketua HUDA Aceh Tengah ini berpendapat Sistem dan Mekanisme Akreditasi yang dibangun oleh BADA telah memberi semangat dan pedoman bagi kalangan dayah di wilayah tengah untuk terus mengembangkan manajemen pendidikan dayah.

"Dengan hadirnya BADA, Kami sangat termotivasi untuk terus mengembangkan manajemen pendidikan dayah sekaligus mampu menjawab kebutuhan kami dalam menyesuaikan pengembangan mutu dayah sesuai dengan regulasi dan kebutuhan zaman," tegasnya.

Apresiasi dan rasa optimisme lainnya juga disampaikan oleh Tgk. H. Anwar Kuta Krueng, pimpinan dayah Darul Munawwarah, Kuta Krueng Pidie Jaya. Menurutnya, lahirnya BADA dan proses sosialisasi akreditasi yang sedang dilakukan menjadi penting bagi dayah di Aceh.

"Kami optimis, BADA dengan segala prosesnya ditangan intelektual muda dayah Aceh mampu menambah rasa percaya diri dikalangan warga dayah agar para alumni dayah di Aceh mendapat pengakuan di tingkat nasional, apalagi proses akreditasi yang dilakukan sudah singkron dan mengakomodir regulasi nasional dan lokal di Aceh," ujar Ulama Muda yang akrab disapa Abiya.

Menurutnya, penilaian itu didasari oleh beberapa diskusi, FGD dan pertemuan dengan Majelis Akreditasi Dayah Aceh serta sosialisasi di daerah terkait Akreditasi Dayah.

"Dari beberapa pertemuan yang saya ikuti, saya mendukukung penuh dan saya yakin semua pihak memiliki semangat dan konsep yang sama dalam membangun kemajuan pendidikan dayah Aceh," tutupnya.[]

Komentar

Loading...