Momen Hardikda, Kabid SMA Disdik Aceh Optimis Menuju Pendidikan Bermartabat

Kepala Bidang Pembinaan SMA, Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dinas Pendidikan Aceh, Hamdani. [Foto: Acehonline.co]

BANDA ACEH - Kepala Bidang Pembinaan SMA, Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dinas Pendidikan Aceh, Hamdani, optimis dengan momentum Hardikda tahun 2021, pendidikan Aceh menuju ke arah lebih bermartabat dan bermutu, sehingga melahirkan generasi emas di masa yang akan datang.

“Momen Hardikda kita jadikan semangat untuk menuju pendidikan lebih bermartabat, bermutu, dan generasi emas di masa yang akan datang,” kata Hamdani saat ditemui, Kamis (2/9/2021).

Dia menjelaskan bahwa secara umum, pendidikan Aceh saat ini lebih baik dari tahun sebelum-sebelumnya. Baru-baru ini, kata Hamdani, Provinsi Aceh berada pada peringkat delapan nasional pada jumlah kelulusan siswa SBMPTN.

“Kita bisa buktikan dengan prestasi siswa, dalam penerimaan siswa baru, baik secara undangan kita masuk lima besar dan secara tes (SBMPTN) kita masuk 10 besar atau urutan ke 8,” sebut Hamdani.

Menurutnya, raihan tersebut merupakan sebuah kesuksesan di bidang pendidikan, walaupun negeri sedang dilanda pandemi Covid-19. Prestasi tersebut juga menjadi semangat baru bagi tenaga pendidik dan peserta didik.

“Sekarang ini kita dilanda Covid-19, tetapi Aceh tetap meraih juara ataupun peringkat terbaik 10 besar. Banyak juga prestasi-prestasi siswa, baru-baru ini ada tiga orang siswa aceh yang menjuarai juara internasional debat bahasa Inggris yang diadakan di Tokyo Jepang, itu siswa SMA 3 Banda Aceh,” katanya.

Selain itu, kata Hamdani, pihaknya juga sedang menyiapkan 12 siswa yang akan berlomba dalam kompetisi sains nasional (KSN) pada September 2021 ini. Ia berharap, dalam kompetisi ini, para siswa juga dapat mengharumkan nama daerahnya dengan prestasi.

“Ini juga merupakan sebuah kesuksesan ada perwakilan di KSN,” kata Hamdani.

Di sisi lain, lanjut Hamdani, Dinas Pendidikan Aceh juga memiliki tenaga pendidik dan kepala sekolah berprestasi. Kemampuan tenaga pendidik ini tak kalah saing dengan tenaga pendidik di luar Aceh.

“Kita lihat kemampuan orang Aceh ini khususnya guru, juga nggak bisa dikalahkan dengan orang-orang yang ada di luar Aceh, begitu juga siswa-siswa kita yang ada di Aceh juga kondisinya tidak kalah saing dengan siswa-siswa di luar Aceh,” ucap Hamdani.

Dalam kesempatan itu, Hamdani juga mengajak seluruh siswa dan pelajar untuk tangguh dan terus mengasah diri, sehingga visi misi Aceh Carong yang diusung Pemerintah Aceh dapat terwujud.

“Kita doakan mempunyai siswa dan pelajar yang tangguh dan pelajar pancasilais di masa yang akan datang. Ke depan diharapkan Aceh sesuai visi misi gubernur kita, visi misi Aceh juga, menggapai Aceh Carong,” tutur Hamdani.

Sistem Jemput Bola

Hamdani menambahkan, selain sekolah SMA, tenaga pendidik juga didorong untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah-sekolah khusus yang tenaga pendidik berasal dari disabilitas.

“Kadang-kadang disabilitas ada yang autis kita kirimkan guru-gurunya di tempat-tempat yang kita tunjukkan, tetap berjalan seperti biasa,” ujar Hamdani.

Baru-baru ini, lanjut Hamdani, Dinas Pendidikan Aceh juga telah menggelar kompetisi di tingkat provinsi, di mana dikhususkan kepada siswa-siswa disabilitas. Dari kompetisi ini, terlihat mereka cukup antusias.

“Kemarin kita baru buat perlombaan tingkat provinsi juga dan kompetisi olahraga nasional kepada siswa-siswa disabilitas, sesuai tuna masing-masing, mereka cukup antusias,” tutup Hamdani. [Advetorial]

Komentar

Loading...