Momentum Hardikda, Tenaga Pendidik Harus Kreatif dalam Menerapkan Model Pembelajaran

Kepala Bidang Pembinaan SMK, Azizah, S.Pd, M.Pd. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Penyebaran virus corona di Indonesia membuat banyak sektor yang terimbas, terutama kesehatan, ekonomi dan juga pendidikan, tidak terkecuali pendidikan di Provinsi Aceh yang berada di ujung paling barat pulau Sumatra.

Pemerintah dengan kebijakannya mengintruksikan kepada seluruh elemen pendidik untuk beralih dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran online (daring) sehingga peserta didik harus tetap belajar walau di tengah pandemi.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs. Alhudri, MM melalui Kepala Bidang Pembinaan SMK, Azizah, S.Pd, M.Pd, mengatakan pada momen Hardikda 2021, semua pihak harus mempunyai niat yang baik untuk meningkatkan mutu pendidikan, sebagaimana yang dilakukan oleh pejuang pendidikan masa lalu.

“Walau tahun ini peringatan Hardikda di tengah Pandemi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tapi esensi atau makna pendidikan harus tetap sama. Pendidikan adalah modal bangsa untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa. Melalui pendidikan akan melahirkan generasi unggul yang siap meneruskan perjuangan leluhurnya,” kata Azizah, Kamis (2/9/2021)

Dia menyebutkan bahwa pendidikan bukan hanya bisa diperoleh di sekolah, tetapi juga di lingkungan sekitar, terutama keluarga. Oleh karena itu, peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan kepada anggota keluarganya sangat diperlukan.

“Kendati kondisi sekarang sangat sulit, namun semua pihak harus berjuang untuk untuk melahirkan para peserta didik yang memiliki softskill dan hardskill demi mewujutkan Aceh Carong,” kata Azizah.

Selain itu, kata Azizah, pada momen pelaksanaan Hardikda ini, semua pihak juga diminta terus siaga dan siap untuk terus berbenah. Salah satu yang bisa dilakukan oleh tenaga pendidik adalah mengupayakan penerapan model pembelajaran efektif, walaupun secara daring.

“Pembelajaran daring di tengah pendemi yang menggunakan media digital salah satunya berupa penguatan E Learning bertujuan untuk meningkatkan IT pendidik dan peserta didik itu sendiri agar melek IT dan juga penanaman nilai-nilai karakter,” ucap Azizah.

Azizah mengatakan, siswa di Aceh juga harus mampu beradaptasi, dengan begitu akan terbentuk sumber daya manusia (SDM) unggul. Apabila kemampuan adaptasi dan motivasi belajar sering ditumbuhkan oleh siswa, sehingga kemampuan softskill dan hardskill dapat dikuasai oleh mereka.

"Hardskill dibutuhkan dalam rangka beradaptasi terhadap teknologi, sedangkan softskill untuk kemampuan kreativitas, kemampuan bernalar kritis, dan problem solving, sehingga para siswa dapat berkomunukasi dengan baik terutama dengan teman dan guru-gurunya, serta saat menjadi wirausaha atau bekerja di dunia industri,” ucap Azizah.

Azizah juga mengharapkan kepada tenaga didik agar dapat menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik dengan cara membuat kelompok-kelompok kecil dalam pembelajaran baik teori maupun praktek sehingga siswa terbiasa berinteraksi sesama temannya dalam menyeselaikan satu masalah ataupun pekerjaan yang diberikan gurunya.

“Di dalam dunia pendidikan, karakter adalah salah satu hal yang harus diperhatikan oleh kita semua. Karakter adalah salah satu modal pembentuk pribadi yang baik, bijaksana, bertanggung jawab, jujur, dan dapat menghargai satu dengan yang lainnya, sehingga nilai-nilai ini akan terbawa saat siswa bekerja nanti maupun berwirausaha,” demikian Azizah. [Adverotial]

Komentar

Loading...