Bea Cukai Langsa Musnahkan Ribuan Karton Makanan Ilegal

Petugas KPPBC Tipe Madya Pabean C Kuala Langsa sedang memusnahkan ribuan karton makanan ilegal, Kamis (10/12/2020). Foto: Acehonline.co/Zulkifli]

LANGSA - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) C Kuala Langsa, memusnahkan olahan makanan illegal. Pemusnahan itu berlangsung di halaman Kantor Bea Cukai Langsa, Kamis (10/12/2020).

Secara keseluruhan, barang olahan makanan ilegal itu diperkirakan mencapai Rp612,7 juta, dengan total kerugian negara diperkirakan sebesar Rp 236,747 juta.

Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) tersebut berdasarkan surat persetujuan dari Direktur Jenderal Kekayaan Negara atas nama Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor S-251/MK.6/KN.5/2020 tertanggal 1 Desember 2020.

“Sebanyak 1.535 karton olahan makanan telah dimusnahkan pada pemusnahan kali ini,” kata Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Kuala Langsa, Tri Hartana.

Sebelumnya, Barang Milik Negara (BMN) berupa olahan makanan tersebut merupakan barang bukti (BB) hasil penindakan dari Tim Patroli Darat Bea Cukai Langsa pada 29 Juli 2020 lalu. Kemudian pihaknya mengeluarkan surat penetapan Barang Bukti tersebut menjadi Barang yang Dikuasai Negara (BDN) Nomor: KEP-95/WBC.01/KPP.MP.05/2020

Untuk diketahui, berdasarkan Pasal 103 huruf (d) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2006 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 Tentang Kepabeanan menyebutkan bahwa menimbun, menyimpan, memiliki, membeli, menjual, menukar,memperoleh, atau memberikan barang impor yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 bisa dipidana dengan ancaman penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 8 tahun atau denda 100 hingga 5 miliar rupiah.

“Kami berharap, masyarakat dapat teredukasi serta menghindari untuk membeli maupun mengkonsumsi barang-barang ilegal,” ujar Tri Hartana.

Ke depannya, lanjut Tri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai khususnya Bea Cukai Langsa akan terus meningkatkan kegiatan pengawasan dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Kami juga berharap dapat meningkatkan kerjasama dengan instansi penegak hukum lainnya. Kami sangat mengharapkan peran serta dari masyarakat dalam membantu Bea dan Cukai dalam melaksanakan tugas, baik dengan memberikan informasi terjadinya pelanggaran ketentuan, maupun meningkatkan kesadaran masyarakat untuk dapat mematuhi ketentuan di bidang kepabeanan dan cukai,” pungkasnya. []

Komentar

Loading...