DPRA Minta PT Medco Serius Tangani Persoalan Bau Gas di Aceh Timur

Anggota DPRA dan DPRK Aceh Timur sedang berdialog dengan warga di Kantor Camat Banda Alam, Aceh Timur, Senin (28/6/2021). [Foto: Acehonline.co/Zulkifli]

IDI - Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh dari Fraksi Demokrat, Muhammat Yunus atau Banta, meminta agar pihak PT Medco EP Malaka serius menangani persoalan bau gas yang menimbulkan kepanikan masyarakat di sekitar tambang Blok A.

Di sela-sela kunjungannya ke lokasi pengungsian, Senin (29/6/2021) Banta mengatakan bau busuk yang muncul di pemukiman penduduk bukan merupakan kejadian pertama, melainkan kejadian kedua dalam dua bulan terakhir.

Sehingga, kata dia, perlu penanganan serius dari pihak perusahaan dan stakeholder lainnya.

"Ini merupakan kali kedua dengan persoalan yang sama, Medco harus bertanggung jawab atas persoalan ini," ujar Banta.

Selain Anggota Komisi V DPR Aceh, Anggota DPRK Aceh Timur juga terlihat di lokasi pengungsian, seperti Elma Zalmi dari Fraksi Demokrat, Nurul A'la dari Fraksi Partai Aceh dan M Yahya YS dari Fraksi Partai Aceh.

"Jangan menunggu korban jiwa untuk menangani persoalan tersebut. Ini nyawa rakyat yang menjadi ancaman." jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 11 orang warga Aceh Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Senin (28/6/2021), dirawat di UPT Puskesmas Banda Alam dan di RSUD-ZM Aceh Timur karena diduga keracunan sumur gas milik PT Medco EP Malaka. Selain itu, ratusan warga lainnya dilaporkan menungungsi ke kantor camat setempat.

Belum diketahui sumber keracunan, namun jarak antar permukiman warga dengan sumur-sumur gas milik PT Medco EP Malaka sekitar 2500 meter. []

Komentar

Loading...