Gajah Liar yang Terluka di Aceh Timur Kembali Dirawat

Petugas BKSDA Aceh saat memberikan perawatan medis tahap dua terhadap Gajah liar yang terluka di Aceh Timur, Selasa (23/3/2021). [Foto: AcehOnline.co/Zulkifli]

IDI - Gajah liar yang ditemukan terluka parah di kawasan hutan High Conservation Value (HCV) PT Alur Timur, Desa Srimulya, Kecamatan Peunaroen, Kabupaten Aceh Timur pada sabtu (20/3) lalu, kembali diberi perawatan media untuk tahap dua.

Gajah betina yang diperkirakan berusia 40-45 tahun, dengan tinggi 2,35 meter dan bobot 3,70 ton itu harus kembali dirawat akar mendapat kesembuhan maksimal, mengingat luka disekujur tubuhnya susah inveksi berat.

Di sekujur tubuh gajah sumatera itu terdapat luka yang cukup dalam hingga mencapai 10-20 centimer. Di telinga sebelah kanan gajah juga terdapat luka sobek yang sudah membusuk dan mata sebelah kanannya menjadi putih, diduga akibat trauma terkena hantaman benda tumpul.

Tim BKSDA Aceh Drh Anhar Lubis mengatakan kepada acehonline.co, Rabu (24/3/2021), mengatakan untuk memastikan agar kesehatan gajah betina itu tidak inveksi lagi, tidak cukup hanya dilakukan sekali perawatan.

"Melihat lukanya yang sudah infeksi, gajah ini tidak cukup sekali rawat, saya pikir dua kali cukup," ujar Drh Anhar.

Saat memberi perawatan kedua, posisi gajah berada ditengah hutan dengan jarak 1,5 Km dari lokasi saat dirawat pertama pada sabtu malam (20/3) lalu. Saat melakukan perawatan kedua ini, juga membutuhkan waktu lebih kurang 5 jam.

Menurut tim medis, perawatan terhadap gajah liar tersebut cukup dua kali dilakukan. Namun usai dirawat dan dilepas liarkan, pergerakannya harus tetap dalam pengawasan hingga gajah betina itu dipastikan sembuh total.

"Setelah kami rawat pertama pada sabtu hingga minggu dini hari lalu, kondisinya cendrung lebih baik, ditandai dari pergerakan gajah yang lebih jauh dan proses Grenolasi sudah mulai terjadi, hal itu menjadi indikator kami untuk memastikan kondisi gajah tersebut sudah baik," jelasnya.

"Pengobatan kedua ini kita akan berikan dosis obat yang sedikit lebih tinggi dari sebelumnya, agar proses penyembuhannya juga lebih cepat. Dan jka tidak terjadi hal-hal buruk, ini pengotan terakhir kita untuk gajah liar yang terluka ini," pungkas dokter Anhar.

Setelah pengobatan kedua selesai dilakukan pada Senin malam (22/3) sekira pukul 20:30 wib, gajah diliar tersebut dilepas kembali ke alam liar, namun Tim BKSDA dan FKL tetap memantau pergerkaannya hingga kondisi gajah benar-benar pulih. []

Komentar

Loading...