Hakim Vonis Komplotan Mafia Narkoba di Aceh Timur Seumur Hidup

Sidang putusan terhadap delapan mafia narkoba berlangsung secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Kabupaten Aceh Timur, Rabu sore (23/6/2021). [Foto Dok. Kejari Aceh Timur]

ACEH TIMUR - Delapan bandar narkoba divonis seumur hidup dalam putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Kabupaten Aceh Timur, Rabu sore (23/6/2021).

Para terdakwa berinisial NA, KM, AS, AB, LM, 40, IB, MN, dan H. Seluruhnya tercatat sebagai warga Kabupaten Aceh Timur. Sejak awal hingga putusan, sidang dilangsung dalam dua tahap dan berlangsung secara virtual.

“Sidang secara virtual, pertama Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan lima terdakwa, lalu tiga terdakwa. Ini kita lakukan untuk menghindari penularan wabah COVID-19,” kata Kajari Aceh Timur Semeru, SH MH, melalui Kasi Pidana Umum Ivan Najjar Alavi, SH MH.

Sidang dipimpin Irwandi SH selaku hakim ketua, dan didampingi dua hakim anggota yakni Zaki Anwar, SH dan Reza Bastira Siregar, SH. Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dihadiri Harry Arfhan SH, dan M Iqbal Zakwan SH.

“Dalam amar putusan yang dibacakan majelis hakim, kedelapan terdakwa dalam kasus narkoba ini divonis penjara seumur hidup,” kata Ivan.

Ivan menjelaskan, para terdakwa disangkakan melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Atas putusan majelis hakim ini, kedelapan terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan sikap pikir-pikir hingga tujuh hari ke depan,” kata Ivan.

Setelah sidang putusan, kedelapan terdakwa dikembalikan ke sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Idi, Aceh Timur. Sidang yang berlangsung dalam dua tahap itu juga dihadiri JPU yang sama, begitu juga dengan majelis hakim yang sama.

Sidang putusan tahap pertama dimulai sejak puku 11:00 Wib dan selesai pukul 12:00. Lalu sidang kedua dimulai pukul 14:00 Wib selesai pukul 15:00 Wib.

“Soal banding atau tidak, nanti akan kabari setelah tujuh hari,” sebut Ivan.

Dalam sidang tuntutan sebelumnya, perkara tindak pidana narkotika 80 kilogram sabu dan ekstasi (MDMA) diungkap aparat penegak hukum di sejumlah titik dalam wilayah hukum Polres Aceh Timur.

JPU dalam sidang sebelumnya menuntut tujuh terdakwa dengan hukuman mati, sedangkan satu terdakwa dituntut seumur hidup. Putusan majelis hakim lebih ringan terhadap tujuh terdakwa yang sebelumnya dituntut hukuman mati. []

Komentar

Loading...