Kasus Baru Covid-19 di Aceh Lampaui 100 Orang, 14 Meninggal Dunia

Petugas RSUDZA Banda Aceh saat membawa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang dirujuk dari daerah ke ruang isolasi RICU untuk dilakukan pemeriksaan secara khusus oleh tim medis. Foto direkam pada Kamis (19/3/2020), saat sidak anggota DPRA ke RS Zainoel Abidin. [Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH - Kasus konfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) kembali melampaui angka 100 orang. Kasus infeksi virus corona yang baru terkonfirmasi bertambah 104 orang, pasien Covid-19 yang sembuh sebanyak 30 orang dan 14 orang dilaporkan meninggal dunia di Aceh.

“Kasus positif harian memang naik-turun, namun jumlah meninggal yang mencapai 14 orang itu perlu menjadi perhatian,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, dalam keterangan tertulisnya yang diterima acehonline.co, Senin malam (28/6/2021).

SAG mengatakan, secara saintifik epidemiologis dan kedokteran, risiko kematian dapat ditekan hingga ke tingkat paling minimal apabila penderita suatu penyakit segera mendapat bantuan medis. Bantuan medis ketika penyakit sudah pada stadium lanjut acap berakhir dengan kematian.

Bantuan medis cepat tersebut, katanya, akan mudah diperoleh seseorang dalam massa Pandemi Covid-19 ini apabila ia yang memiliki risiko tinggi atau kontak erat kasus Covid-19 bersedia diswab. Hasil pemeriksaan swab itu, apabila terkonfirmasi positif Covid-19 segera dirawat sesuai kebutuhan medisnya.

Orang-orang yang baru terinfeksi virus corona namun tidak menunjukkan gejala, bisa langsung melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Petugas kesehatan akan membekalinya dengan obat-obatan standar Covid-19, vitamin, dan petunjuk isolasi mandiri yang aman bagi anggota keluarganya yang lain.

Sementara orang menunjukkan gejala ringan dan sedang, plus penyakit penyerta lainnya (komorbit) akan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis secara intensif hingga dinyatakan sembuh dari Covid-19.

“Segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat apabila merasa ada kontak erat dengan penderita Covid-19 untuk memperkecil risiko kematian, dan mencegah penularan (muzarat) bagi angota keluarga yang lain,” anjur Jubir yang akrab disapa SAG itu.

Kasus Akumulatif Covid-19 Aceh

Lebih lanjut SAG melaporkan kasus akumulatif Covid-19 di Aceh, per 28 Juni 2021, telah mencapai 18.010 orang. Para penyintas Covid-19, (penderita yang sembuh) sebanyak 4.421 orang. Pasien yang sedang dirawat 3.803 orang dan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 786 orang.

"Data pandemi Covid-19 di atas sudah termasuk kasus positif baru harian yang dilaporkan bertambah hari ini sebanyak 104 orang, pasien yang sembuh 30 orang, dan penderita meninggal dunia bertambah 14 orang," ungkap SAG.

Penderita baru yang dilaporkan 104 orang itu, SAG menjelaskan, meliputi warga Nagan Raya 28 orang, Banda Aceh 14 orang, warga Aceh Tamiang dan Bener Meriah masing-masing 11 orang. Kemudian warga Aceh Barat 10 orang, Aceh Barat Daya delapan orang, warga Aceh Besar dan Aceh Selatan masing-masing enam orang.

Kasus positif baru selanjutnya warga Lhokseumawe, Gayo Lues, Aceh Utara, Pidie, masing-maasing dua orang. Kemudian warga Bireuen sebanyak satu orang, dan satu lagi warga dari luar daerah Aceh.

Sementara itu, kata SAG, pasien Covid-19 yang sembuh bertambah 30 orang, meliputi warga Lhokseumawe 16 orang, Aceh Singkil tujuh orang, Aceh Barat empat orang, Aceh Selatan dua orang, dan satu orang lainnya merupakan warga Sabang.

“Pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia bertambah lagi 14 orang, sehingga secara akumulatif sudah mencapai 786 orang,” ujarnya.

Para penderita Covid-19 yang meninggal tersebut, lanjut SAG, masing-masing warga Aceh Besar sebanyak lima orang, warga Banda Aceh, Aceh Barat, dan Aceh Selatan, masing-masing dua orang. Warga Aceh Utara, Bener Meriah, Sabang, sama-sama satu orang.

Lebih lanjut SAG memaparkan data akumulatif kasus probable, yakni sebanyak 871 orang, meliputi 741 orang selesai isolasi, 50 orang isolasi di rumah sakit, dan 80 orang meninggal dunia. Kasus probable yakni kasus yang gejala klinisnya menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, jelasnya.

"Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.527 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.339 orang, sedang isolasi di rumah 157 orang, dan 31 orang sedang diisolasi di rumah sakit," tutupnya.[]

Komentar

Loading...