Kasus Covid-19 di Aceh Meningkat Lagi, Usia Picu Risiko Meninggal Dunia

Petugas RSUDZA Banda Aceh saat membawa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang dirujuk dari daerah ke ruang isolasi RICU untuk dilakukan pemeriksaan secara khusus oleh tim medis. Foto direkam pada Kamis (19/3/2020), saat sidak anggota DPRA ke RS Zainoel Abidin. [Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH - Korban virus corona terus bertambah di Aceh. Kasus baru positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) meningkat lagi dari 47 orang kemarin menjadi 63 orang hari ini. Pasien sembuh bertambah 79 orang, dan 10 orang dilaporkan meninggal dunia. Usia korban meninggal dunia yang dilaporkan dalam dua hari terakhir antara 47 tahun hingga 80 tahun.

“Usia merupakan salah satu faktor pemicu risiko meninggal dunia bagi penderita Covid-19,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, dalam keterangan tertulisnya yang diterima acehonline.co di Banda Aceh, Rabu pagi (23/6/2021).

Juru Bicara yang karib disapa SAG itu mengatakan, sepuluh kasus meninggal dunia yang baru dilaporkan berusia antara 47 tahun hingga 80 Tahun. Sementara 12 penderita Covid-19 yang meninggal dunia sebagaimana dalam rilis sehari sebelumnya berumur antara 58 tahun hingga 77 tahun.

Kemudian dia menjelaskan, hasil analisis kematian pasien Covid-19 oleh Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Nasional akhir tahun lalu menunjukkan makin tua usia penderita Covid-19 kian tinggi risiko meninggal dunia.
"Pasien berusia 31 – 45 tahun risiko meninggal dunia sekitar 2,4 kali lipat dibandingkan penderita yang lebih muda," ungkapnya.

Kemudian, lanjut SAGm, penderita pada rentang usia 46 – 59 tahun memiliki risiko meninggal dunias 8,5 kali lebih tinggi. Risiko meninggal dunia kian meningkat bagi penderita di atas 60 tahun, yakni sekitar 19,5 kali lipat.

"Selain faktor usia, risiko kematian Covid-19 juga dipicu oleh penyakit penyerta (komorbid), seperti penyakit ginjal, diabetes militus, dan penyakit jantung," ujarnya.

Faktor pemicu risiko meninggal dunia penderita Covid-19 itu, kata SAG, patut menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Bagi yang telah memasuki rentang usia 45 tahun ke atas selayaknya lebih disiplin lagi menjalankan protokol kesehatan dalam kesehariannya. Begitu juga mereka yang muda namun memiliki orangtua usia risiko tinggi wajib disiplin dengan protokol kesehatan.

“Meski masih muda pun wajib menjalankan protokol kesehatan, selain untuk melindungi diri juga untuk melindungi yang lain dari keganasan virus corona,” tutur SAG.

Data Akumulatif Covid-19 Aceh

Lebih lanjut SAG melaporkan kasus akumulatif Covid-19 di Aceh per 22 Juni 2021, telah mencapai 18.434 orang. Penyintas Covid-19 yang sudah sembuh sebanyak 13.868 orang. Pasien yang sedang dirawat 3.822 orang, dan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 744 orang.

Data pandemi Covid-19 di atas sudah termasuk kasus positif baru harian yang dilaporkan bertambah hari ini, yakni bertambah sebanyak 63 orang, pasien yang sembuh 79 orang, dan penderita meninggal dunia bertambah lagi 10 orang.

Penderita baru Covid-19 yang dilaporkan meliputi warga Banda Aceh 15 orang, Nagan Raya 11 orang, Aceh Barat delapan orang, Pidie tujuh orang, warga Bireuen dan Aceh Besar, masing-masing empat orang.

Kemudian warga Lhokseumawe tiga orang, warga Gayo Lues dan Aceh Selatan, sama-sama dua orang. Selanjutnya masing-masing satu orang warga Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Jaya, Aceh Barat Daya, dan warga Aceh Singkil. Sedangkan dua lagi warga luar Aceh.

Sementara itu, pasien Covid-19 yang dilaporkan sembuh bertambah sebanyak 79 orang, yakni warga Aceh Barat Daya mencapai 24 orang, Pidie Jaya 22 orang, Pidie 20 orang, Aceh Singkil sembilan orang, warga Banda Aceh dua orang, warga Aceh Tamiang dan Sabang, masing-masing satu orang.

“Pasien Covid-19 yang meninggal dunia bertambah lagi 10 orang, sehingga secara akumulatif sudah mencapai 744 orang,” katanya.

Para penderita Covid-19 yang dilaporkan meninggal tersebut, lanjut SAG, masing-masing warga Pidie sebanyak enam orang, warga Banda Aceh dua orang, warga Langsa dan Lhokseumawe, masing-masing satu orang.

Lebih lanjut, SAG memaparkan data akumulatif kasus probable, yakni sebanyak 834 orang, meliputi 730 orang selesai isolasi, 20 orang isolasi di rumah sakit, dan 84 orang meninggal dunia. Kasus probable yakni kasus yang gejala klinisnya menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, jelasnya.

"Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.529 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.311 orang, sedang isolasi di rumah 184 orang, dan 34 orang sedang diisolasi di rumah sakit," tutupnya.[]

Komentar

Loading...