Kurun Waktu Sepekan, Polres Lhokseumawe Ringkus 10 Tersangka dan Sita 4,4 Kg Sabu-sabu

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto saat menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus narkoba, Senin 7 Juni 2021. [Foto: Acehonline.co/Jefry]

LHOKSEUMAWE - Dalam kurun waktu sepekan terakhir, Satresnarkoba Polres Lhokseumawe meringkus sepuluh tersangka narkotika di tiga daerah, selain itu sebanyak 4,4 Kilogram sabu-sabu ikut disita.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Senin (7/6/2021), mengatakan, ada empat laporan polisi (LP) dalam seminggu terakhir terkait kasus narkoba yang ditangani Polres Lhokseumawe.

Menurutnya, TKP pertama berada di kawasan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Di wilayah ini, pihaknya berhasil membekuk dua tersangka kurir narkotika di kawasan tambak ikan, yaitu MD (32) warga Blang Mangat dan MH (29) warga Kecamatan Nibong, Aceh Utara. Sedangkan satu tersangka lain, BS sebagai pemilik sabu-sabu ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sedangkan barang bukti yang diamankan yaitu 1,353 gram narkotika jenis sabu-sabu.

"Kemudian di Syamtalira Bayu, kita menangkap empat tersangka yaitu MY (41) warga Kecamatan Syamtalira Bayu, IS (38) warga Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, SK (25) dan ES (22) warga Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara," ujarnya seraya menambahkan, dalam pengungkapan ini sebanyak 1,025 gram barang bukti ikut disita petugas.

Selanjutnya, kata Kapolres, Satresnarkoba Polres Lhokseumawe membekuk YS (33) warga Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, penangkapan YS ini merupakan hasil pengembangan kasus Narkotika jenis sabu-sabu yang ditangani sebelumnya oleh Polres Lhokseumawe.

Penangkapan terhadap YS pada tanggal 31 Mei 2021 di Kecamatan Baktiya, setelah personel Satresnarkoba Polres Lhokseumawe melakukan undercover buy (penyamaran sebagai pembeli) guna memancing agar tersangka mau bertransaksi.

"Selain menangkap tersangka, petugas kita berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 1,052 gram narkotika jenis sabu-sabu. Jadi, mungkin pengembangan-pengembangan dari kasus-kasus yang terdahulu yang sudah kita tangani," ujar Kapolres.

Para tersangka kasus narkotika yang ditahan Polres Lhokseumawe sepekan terakhir. [Foto: Acehonline.co/Jefry]
Kemudian yang terakhir, lanjutnya, kepolisian juga meringkus tiga tersangka Narkotika di wilayah Aceh Timur dan mengamankan barang bukti 1,097 gram sabu-sabu. Adapun ke tiga tersangka, yakni LH (37), TM (41) dan N (37) semuanya warga Aceh Timur.

"Penangkapan ke tiga tersangka ini berawal dari informasi dari masyarakat, bahwa mereka sering memasok Narkotika jenis sabu-sabu ke Kota Lhokseumawe," ujar Kapolres.

Selanjutnya, kata AKBP Eko Hartanto, untuk menangkap pelaku tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lhokseumawe menyamar sebagai pembeli dan membuat hubungan dengan tersangka agar mau bertransaksi. Kemudian, disepakati transaksi dilakukan di wilayah Aceh Timur pada Jumat (4/6/2021).

"Anggota yang melakukan penyamaran dan N dijemput oleh tersangka TM dengan menggunakan becak penumpang, anggota dan dua tersangka ini menuju ke sebuah rumah di Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, di dalam rumah sudah menunggu satu tersangka lain yaitu LH. Tersangka LH langsung memperlihatkan kepada anggota Unit Sat Resnarkoba Polres Lhokseumawe yang melakukan penyamaran bungkusan berupa satu buah plastik kresek warna hitam yang di dalamnya terdapat satu bungkus besar barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu berbentuk bulat yang dibalut dengan lakban transparan," jelasnya.

Ketika barang bukti itu diperlihatkan, personel Satresnarkoba lainnya langsung masuk melakukan penggerebekan dan meringkus tiga tersangka serta mengamanatkan barang bukti tersebut. Saat dilakukan interogasi awal, LH mengaku memperoleh sabu tersebut dari A (DPO), kemudian dijual kepada orang lain.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ke sepuluh tersangka meringkus dalam sel tahanan Mapolres Lhokseumawe. Terhadap tersangka akan dikenakan UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup dan denda maksimal Rp 10 miliar. []

Komentar

Loading...