Polisi Bekuk Dua Kurir Ganja di Gayo Lues

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustaman didampingi Wakapolres Kompol Muhammad Wali, dan Kasatresnarkoba IPTU Darli saat memberikan keterangan pers terkait penangkapan kurir ganja. [Foto: Dok. Polres Gayo Lues]

BLANGKEJEREN - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gayo Lues menangkap dua tersangka karena membawa narkotika jenis ganja sebanyak delapan goni dengan berat 195 kilogram. Selain itu, polisi juga mengamankan dua kendaraan roda empat yang digunakan untuk membawa ganja tersebut.

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustaman didampingi Wakapolres Kompol Muhammad Wali, dan Kasatresnarkoba IPTU Darli, Kamis (1/7/2021), mengatakan ganja itu rencananya akan dibawa ke Medan, Sumatera Utara.

"Tersangka yang ditahan itu berinisial SB dan IA, warga Kampung Padang, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merupakan kakak beradik," terang Kapolres.

Kakak beradik tersebut, kata Kapolres, ditangkap pada Minggu dini hari (20/6/2021), dalam sebuah razia di jalan pegunungan Persada Tongra, Kecamatan Terangun, Gayo Lues.

"Selain dua tersangka dan ganja 195 kilogram, polisi juga mengamankan dua unit mobil minibus jenis Avanza dan Innova dalam kasus tersebut," ungkapnya.

Satresnarkoba Polres Gayo Lues, lanjut Kapores, juga telah menetapkan lima orang lainnya sebagai DPO dalam kasus itu.

"Kami juga sudah mengantongi nama-nama mereka," ungkapnya.

Dalam konferensi pers yang berlangsung di halaman Mapolres setempat, Kapolres menyebutkan kasus tersebut baru dipublikasikan hari ini, karena sebelumnya masih dalam tahap pengembangan.

Kronologi Penangkapan

Kapolres mengatakan, kasus itu berawal saat Satresnarkoba mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa pada Sabtu (19/6/2021) sekira pukul 22.00 WIB akan ada kendaraan roda empat yang akan membawa narkoba jenis ganja.

Setelah mendapat informasi tersebut, kata Kapolres, petugas Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan bersama lima personel yang dipimpin Kasat Narkoba dan melakukan razia di jalan pegunungan Tongra, Kecamatan Terangun.

Tak berselang lama, lanjut Kapolres, pada Minggu (20/6/2021) sekira pukul 01.00 WIB, tiba-tiba melintas kendaraan roda empat jenis Avanza warna silver dengan nomor polisi BK 1064 IL dan langsung memberhentikan untuk dipriksa.

"Awalnya, pemeriksaan mobil yang mengangkut lima penumpang itu tidak ditemui barang-barang yang mencurigakan," ujar Kapolres.

Namun saat anggota sedang melakukan pemeriksaan terhadap mobil Avanza, Kapolres juga menjelaskan, terlihat berhenti mobil Innova warna abu-abu dengan Nopol BK 1178 KC.

"Karena curiga, anggota kita langsung melakukan pemeriksaan. Pada saat akan diperiksa, duua orang yang ada di dalam mobil Innova ini melarikan diri dengan lompat ke pinggir jurang," beber Kapolres.

Namun, lanjutnya, saat petugas melakukan pengejaran terhadap dua pria di mobil Innova itu, tiba- tiba tiga orang lainnya yang ada di dalam di mobil Avanza tadi yang ada di depan ikut melarikan diri.

"Petugas langsung memeriksa mobil Innova, san saat diperiksa didapatkan narkotika jenis ganja delapan goni dengan berat sebanyak 195 Kg," terangnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, setelah mendapat barang bukti ganja delapan goni di dalam mobil Innova, anggota Satresnarkoba lainnya langsung menangkap dua orang terduga pelaku yang mengendarai mobil Avanza.

"Dari hasil interogasi, kedua pelaku yang diamankan mengakui bahwa dua orang pengendara mobil Innova yang melarikan diri tersebut adalah rekan mereka," bebernya.

Kapolres juga menjelaskan, keduanya mengaku hanya sebagai kurir dengan bayaran Rp 2 juta per orang per sekali bawa. Mereka juga mengakui baru sekali ini melakukan pekerjaan sebagai kurir ganja tersebut.

"Pelaku yang ditahan ini mengaku dibayar Rp 2 juta per orangannya oleh JS yang diduga pemilik ganja tersebut. Saat ini JS dan pelaku yang melarikan diri sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polres Gayo Lues," pungkasnya.

Para tersangka, kata Kapolres, dikenakan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 115 ayat (2) Jo Pasal 111 ayat (2) UU RI No 32 Tahun 2009 tentang narkoba, ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara, paling singkat enam tahun atau pidana denda maksimum Rp 8 Miliar. []

Komentar

Loading...