Polisi Periksa Lima Saksi Terkait Kematian Gajah di Aceh Timur

Petugas BKSDA Aceh, melakukan nekropsi bangkai gajah sumatera yang mati di area perkebunan sawit di PT Bumi Flora, Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, Senin (12/7/2021). [Foto: Acehonline.co/Istimewa]

IDI - Polres Aceh Timur memeriksa lima orang saksi terkait kematian gajah jantan yang ditemukan mati tanpa kepala di Afdeling V PT Bumi Flora, Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, pada Minggu (11/7/2021).

Selain itu, polisi juga membentuk tim khusus untuk mengungkap pelaku pembunuhan terhadap satwa yang dilindungi tersebut.

"Tim khusus ini dibentuk agar sesegera mungkin bisa mengungkap pelaku pembunuhan gajah tersebut," Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro dalam keterangannya, Selasa (13/7/2021).

Tim khusus tersebut, kata Kapolres, juga menggandeng BKSDA berkaitan dengan temuan temuan di lapangan dari hasil nekropsi gajah.

"Karena mereka yang berkompeten pada bidang ini (nekropsi), sehingga nanti akan dijadikan alat bukti dalam penyelidikan dan penyidikan," ujar Kapolres.

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro. [Foto: Istimewa]
Diduga kuat, kata Kapolres, kematian Gajah tersebut karena perburuan. Hal ini diindikasikan dengan dipenggalnya kepala gajah dan kemungkinan untuk dimanfaatkan gadingnya.

Kapores Aceh Timur menegasakan, akan berkomitmen untuk mengungkap pelaku perburuan satwa liar tersebut dan akan memproses sesuai hukum yang berlaku.

"Selama ini, kami juga melakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah juga BKSDA yang menangani masalah satwa liar termasuk gajah dalam bentuk-bentuk kegiatan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap pemeliharaan pengawasan terhadap hewan satwa liar secara manusiawi, karena hewan ini dilindungi oleh undang-undang ataupun hukum," pungkas Eko Widiantoro. []

Komentar

Loading...