Terjebak di Wuhan, Mahasiswa Aceh: Kami Baik-baik saja

Mahasiswa Aceh Wuhan melakukan panggilan video ke Posko Informasi Pemerintah Aceh di Dinas Sosial. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Kondisi mahasiswa Aceh yang terjebak di Wuhan masih sangat baik dan kondusif. Meski harus mengisolasi diri di kamar, namun kondisi fisik dan kebutuhan pangan mereka masih tercukupi.

Hal tersebut disampaikan oleh Alfi Rian, salah satu mahasiswa yang berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei Tiongkok, saat melakukan panggilan video dengan Kepala Dinas Sosial Aceh dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, di Posko Informasi Pemerintah Aceh, Jumat (31/1/2020).

“Kondisi kami di sini baik-baik saja. logistik masih mencukupi dan kesehatan juga masih baik. Selama ini kami terus intens melakukan komunikasi dengan KBRI, terkait kemungkinan evakuasi. Beberapa teman juga berharap agar Pemerintah Aceh menanggung biaya kepulangan, karena beberapa hari terakhir harga tiket terus melonjak,” kata Alfi melalui panggilan video.

Alfi menambahkan, jika di hari biasa tiket berada di kisaran Rp2 juta. Namun saat ini mencapai Rp8 juta hingga Rp10 juta,” ujar Alfi.

Menanggapi hal tersebut Kadinsos Aceh menjelaskan, saat ini Pemerintah RI sudah menyiagakan dua unit pesawat jenis Boeing, dan satu unit pesawat jenis Hercules, yang akan digunakan untuk mengevakuasi WNI dari Tiongkok.

“Pemerintah Aceh akan menanggung biaya kepulangan mahasiswa dari Tiongkok. Saat ini Pemerintah Pusat juga sudah menyiagakan 3 pesawat. 2 unit jenis Boeing dan 1 unit jenis Hercules. Adik-adik fokus saja menjaga kesehatan dan terus berkoordinasi dengan KBRI di sana,” pesan Alhudri.

Alhudri menambahkan, saat ini yang terdata hanya dari kalangan mahasiswa, sedangkan warga Negara Indonesia asal Aceh, baik itu para pekerja atau masyarakat lainnya belum terdeteksi. Pemerintah Aceh masih terus berkoordinasi dengan Kemenlu, KBRI dan otoritas di Tiongkok untuk mencari kemungkinan keberadaan masyarakat Aceh lain di sana.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian bersama anggota DPRA lainnya turut memberi apresiasi kepada Pemerintah Aceh yang begitu cepat dan tanggap dalam mengatasi kasus ini.

“Terkait dana pemulangan para mahasiswa yang berada di Cina khususnya Kota Wuhan, pihak legislatif dalam hal ini akan turut membantu dalam segi anggaran, dan segera mempercepat proses penganggaran, supaya para mahasiswa bisa berjumpa dan berkumpul kembali dengan sanak keluarga mereka,” ujar Hendra Budian

Hanif, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, menjelaskan bahwa gejala terjangkit virus Corona ini sama dengan virus Flu Burung, Mres dan Sars. Akan tetapi coronavirus tidak seganas Sars Mers dan Flu Burung.

“Apalagi sekarang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sudah menetapkan virus Corona sudah termasuk wabah Global. Saat berkesempatan ngobrol dengan Alfi via panggilan video, Hanif berpesan agar mahasiswa di sana terus menjaga kesehatan, berolahraga ringan dan jaga pola makan agar terhindar dari gejala virus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif. []

Komentar

Loading...