Terkait Penampakan Dua Gumpalan Awan di Langit Banda Aceh, Ini Penjelasan BMKG

Penampakan dua gumpalan awan di Banda Aceh. [Foto: Korelasi]

BANDA ACEH - Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar, Zakaria Ahmad, mengatakan terkait fenomena penampakan dua gumpalan awan besar di langit Banda Aceh dan Aceh Besar, awan ini disebut awan lentikularis atau disebut juga awan lentikular.

"Awan lentikular ini merupakan awan menengah. Awan Lenticularis terbentuk ketika arus angin yang mengalir sejajar permukaan bumi mendapat hambatan dari objek tertentu seperti pegunungan. Akibat hambatan tersebut, arus udara tersebut bergerak naik secara vertikal menuju puncak awan," kata Zakaria kepada acehonline.co, menanggapi adanya penampakan dua gumpalan awan besar di Banda Aceh, Selasa (6/7/2021).

Zakaria menjelaskan, udara naik tersebut mengandung banyak uap air dan bersifat stabil. Maka, saat mencapai suhu titik embun di puncak gunung uap air tersebut mulai berkondensasi, menjadi awan mengikuti kontur puncak gunung.

"Fenomena awan ini adalah biasa walau jarang ada dan tidak ada kaitan dengan fenomena, lain seperti akan ada gempa besar apa lagi yang berbau mistis," tegasnya.

Awan ini, kata Zakaria, sangat menarik bila dilihat bentuknya. Ada yang seperti gansing, ada juga yang berbentu Uvo, serta ada juga yang bentuk lain yaitu seperti tudung/topi bila terjadi di puncak gunung.

"Awan ini menarik dilihat, tapi berbahaya terhadap dunia penerbangan, terutama untuk penerbangan rendah seperti helikopter atau pesawat kecil dan juga pesawat yang mau landing," ungkapnya.

Awan letikularis ini, lanjut Zakaria, menimbulkan turbulensi sehingga bila pesawat atau helikopter melintasi awan tersebut akan terjadi guncangan yang hebat bahkan bisa terjadi kecelakaan jatuhnya pesawat.

Sebelumnya diberitakan, Dua gumpalan awan atau dikenal juga dengan awan kumulonimbus (Cb) terlihat di langit Banda Aceh dan Aceh Besar, pada Selasa sore (6/7/2021).

Penampakan awan ini terlihat mencolok dan bisa dilihat dengan kasat mata oleh warga. []

Komentar

Loading...