Tujuh Dari Delapan Terdakwa 80 Kg Sabu di Aceh Timur Dituntut Hukuman Mati

Sidang terhadap tiga terdakwa kasus tindak pidana narkotika 80 kg jenis sabu dan Exstasi, yang berlangsung secara Virtual di Pengadilan Negeri Idi, Kamis (20/5/2021). [Foto: Acehonline.co/Zulkifli]

IDI - Kejaksaan Negeri Aceh Timur menuntut hukuman mati terhadap tujuh dari delapan orang terdakwa Tindak Pidana Narkotika 80 Kg Sabu dan Ekstasi (MDMA).

Tuntutan itu dibacakan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan perkara di Pengadilan Negeri Idi pada Rabu-Kamis, 19-20 Mei 2021.

Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur atas perkara Tindak Pidana Narkotika 80 Kg Sabu dan Extasi (MDMA) yakni Fakhrur Rozi, SH, Cherry Arrida, SH dan M Iqbal Zakwan, SH.

"Ada delapan terdakwa dalam kasus ini, tujuh orang dituntut hukuman mati dan satu orang terdakwa lainnya dituntut seumur hidup," ujar Cherry Arrida, SH, usai persidangan lanjutan terhadap tiga terdawa kasus indak Pidana Narkotika 80 Kg Sabu dan Extasi (MDMA) di Pengadilan Negeri Idi, Kamis (20/5/2021).

Persidangan terhadap tiga terdakwa itu yakni; Hamdani, dituntut seumur hidup, dan terdakwa Muhammad Nur serta Ibrahim, dituntut hukuman mati. Persidangan berlangsung secara virtual, di Pengadilan Negeri Idi itu dipimpin oleh Irwandi, SH sebagai Hakim Ketua, didampingi oleh Reza, SH, dan Tri Purnama, SH sebagai Hakim Anggota.

"Untuk terdakwa Hamdani, dituntut hukuman seumur hidup, karena perannya tidak begitu besar dalam kasus ini. Namun terdakwa tetap terjerat hukum karena membantu mencarikan boat untuk mengangkut barang haram itu dari Negeri Jiran Malaysia untuk dibawa ke Indonesia melalui perairan laut Aceh Timur," ungkap Sherry.

Sebelumnya, pada Rabu (19/5), persidangan dengan agenda yang sama dilakukan terhadap lima terdakwa, yakni, Nazaruddin (25) Mahasiswa, asal Peureulak, Aceh Timur, Kahairul Muaris (23) Mahasiswa, Langsa Kota, Kota Langsa, Azwar Saputra (33) Wiraswasta, asal Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, Arif Budiman (28) Mahasiswa, asal Kecamatan Langsa Kota Kota Langsa dan Lukman (40) asal Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa, dengan tuntutan hukuman mati terhadap masing-masing terdakwa.

Kronologi Kasus Tindak Pidana 80 Kg Sabu dan Ekstasi

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur Semeru, SH. MH, melalui Kasi Intel, Andy Zulanda, SH dan Kasi Pidum Ivan Najjar Alavi SH MH menyebutkan kronologi singkat tindak pidana narkotika yang dilakukan para terdakwa.

Dia menjelaskan, pada Rabu 28 Oktober 2020 sekira pukul 10.00 WIB, terdakwa Ibrahim Bin Wahed dan terdakwa Helmi (DPO) diperintahkan terdakwa Muhammad Nur Bin Ramli untuk menunggu kedatangan boat yang mengangkut narkotika jenis sabu dan extasi di tanggul Desa Lubuk Ulim Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur.

Pada Kamis 29 Oktober 2020 sekira pukul 21.00 WIB, terdakwa Ibrahim Bin Wahed dan terdakwa Helmi (DPO) yang berada di Tanggul Desa Lubuk Ulim, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur tiba-tiba didatangi terdakwa Abdullah (DPO) dengan menggunakan boat jenis puntung.

"Kemudian terdakwa Ibrahim Bin Wahed dan terdakwa Helmi (DPO) mendekati boat tersebut dan menurunkan lima karung goni yang di dalamnya berisikan narkotika jenis sabu dan ekstasi ke darat," kata Andy.

Lebih lanjut, Sesampainya di darat terdakwa Ibrahim Bin Wahed dan terdakwa Helmi langsung menyisipkan (mengepak) satu karung goni ke dalam karung goni yang lain sehingga narkotika jenis sabu dan extasi tersebut menjadi empat karung goni.

"Pada Jum’at 30 Oktober 2020 sekira pukul 02.00 WIB, terdakwa Muhammad Nur Bin Ramli menghubungi terdakwa Helmi (DPO) untuk mengantarkan narkotika jenis sabu dan extasi tersebut ke Jalan Kampung Desa Pelalu Kecamatan Simpang Ulim Kab. Aceh Timur," kisah Andy lagi.

Tiga Terdakwa kasus mendengarkan tuntutan hukuman yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum, melalui sidang virtual, Kamis (20/5/2021). [Foto: Acehonline.co/Zulkifli]
Lebih lanjut, Andy mengisahkan, setelah mendapatkan kabar tersebut terdakwa Ibrahim Bin Wahed dan Sdr Helmi (DPO) langsung mengantarkan narkotika jenis sabu dan ekstasi tersebut ke Desa Pelalu Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur dengan menggunakan sepeda motor, yang mana terdakwa Ibrahim Bin Wahed dan terdakwa Helmi (DPO) mengangkut masing-masing sebanyak dua karung goni.

Setibanya terdakwa Ibrahim Bin Wahed dan Helmi (DPO) di Desa Pelalu, terdakwa Ibrahim Bin Wahed dan Sodara Helmi (DPO) melihat sudah ada terdakwa Muhammmad Nur dan 1 Unit Mobil Toyota Inova warna Putih yang menunggu.

"Selanjutnya terdakwa Ibrahim Bin Wahed, terdakwa Muhammad Nur dan terdakwa Helmi (DPO) langsung memasukkan 4 karung goni yang di dalamnya berisikan narkotika jenis sabu dan extasi ke dalam mobil Toyota Inova Warna Putih tersebut. Kemudian para terdakwa ditangkap oleh Tim Ditresnarkoba Polda Aceh," katanya.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Aceh Timur menyebutkan, delapan terdakwa dan barang bukti berupa: empat karung goni warna putih yang didalamnya berisikan 70 bungkus narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan Kemasan Teh Cina Merk Chinese Pin Wei warna hijau dan 11 bungkus narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan Kemasan Teh Cina Merk Guanyingwang warna hijau dan 10 bungkus narkotika jenis extasi (MDMA) warna merah jambu dan 10 bungkus narkotika jenis ekstasi (MDMA) warna hijau yang dibungkus dengan plastik warna bening.

Selain itu, juga diamankan barang bukti berupa 1 Unit Bot Jenis Dompeng, 1 unit Mobil Honda Jazz warna Hitam No. pol BK 1541 SA, 1 Unit mobil merk Toyota Innova, warna putih dengan No. Pol. : BK 1055 RN, 1 (satu) unit mobil Suzuki Ertiga warna putih BK 1047 EM, 1 unit handphone merk Strawberry warna hitam - merah dengan nomor 08238xxxxx, 1 unit sepeda motor jenis Honda Beat Warna Hitam, 1 Unit Hp Nokia Warna Hitam No Sim 082277xxxxx, 1 unit Handphone merk Nokia warna biru, 1 unit Handphone merk Redmi warna hitam,1 unit Handphone merk Redmi warna putih, 1 unit Hp nokia warna hitam, 1 unit HP Samsung Android A-7 warna hitam, 1 unit Handphone merk Nokia warna biru dengan Nomor SIM 08227xxxx dan no Imei 35770110431467.

“Persidangan terhadap tiga terdakwa ini merupakan lanjutan, karena untuk lima terdakwa lainnya dalam kasus ini telah dilakukan kemarin, Rabu (19/5)," pungkas Cherry. []

Komentar

Loading...