Vonis Kerumunan, Rizieq Shihab Dibui 5 Bulan Jika Tak Bayar Denda

Rizieq Shihab. [Foto: CNN Indonesia]

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis pidana denda sejumlah Rp20 juta terhadap Mantan Pentolan FPI Rizieq Shihab dalam perkara kasus kerumunan massa di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Hakim menyatakan, denda uang tersebut akan digantikan dengan kurungan selama 5 bulan penjara jika tidak dibayarkan.

"Menjatuhkan pidana dengan pidana denda sejumlah Rp20 juta dan ketentuan jika denda tak dibayar maka diganti dengan pidana 5 bulan," kata Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa di PN Jaktim, Kamis (27/5/2021).

Vonis yang dijatuhkan hakim ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Jaksa sebelumnya menuntut Rizieq Shihab dengan pidana 10 bulan penjara dan denda 50 juta rupiah, subsider 3 bulan penjara.

Perkara ini sendiri berawal saat Rizieq menjalani kegiatan peletakkan batu pertama pembangunan Masjid di Pondok Pesantren Alam Agrikultural Markaz Syariah di Megamendung.

Kegiatan itu dihelat sepekan setelah kepulangannya dari Arab Saudi ke Indonesia pada 10 November 2020.

Kala itu, kegiatan Rizieq di pesantren tersebut diperkirakan dihadiri ribuan orang. Hal itu dinilai melanggar aturan protokol kesehatan dalam rangka penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Selain di Megamendung, Rizieq juga terjerat kasus kerumuman di Petamburan, Jakarta Pusat.

Kerumunan itu terjadi saat ia menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putrinya.

Hakim Ringankan Vonis Rizieq: Tokoh Agama Dikagumi Umat

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menyatakan salah satu poin meringankan vonis denda bagi Rizieq Shihab dalam perkara kerumunan di Megamendung lantaran eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu tokoh agama yang dikagumi oleh umat.

Hakim berharap Rizieq bisa melakukan pendidikan bagi umat ke depannya agar mematuhi aturan yang dibuat oleh pemerintah.

"Terdakwa adalah tokoh agama yang dikagumi umat, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan edukasi umat di kemudian hari untuk patuh pada aturan pemerintah demi kemaslahatan masyarakat," kata hakim saat membacakan pertimbangan vonis di PN Jaktim, Kamis (27/5).

Tak hanya itu, hakim menilai Rizieq telah memenuhi janjinya mencegah massa pendukungnya hadir ke PN Jaktim ketika berjalannya sidang. Menurutnya, tindakan tersebut bisa memudahkan aparat dalam menjaga kelancaran sidang.

"Sehingga memudahkan tugas aparat keamanan dalam menjaga ketertiban sidang ini," kata hakim.

Sementara itu, hal yang memberatkan vonis tersebut adalah Rizieq tak mendukung upaya pencegahan Covid 19.

Majelis Hakim memvonis Rizieq hukuman denda Rp20 juta yang jika tidak dibayar maka diganti pidana lima bulan penjara dalam kasus kerumunan Megamendung.

Rizieq dinilai secara sah dan terbukti tak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan.

Usai pembacaan vonis, Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa lantas bertanya kepada Rizieq dan kuasa hukumnya apakah akan menyatakan banding atas vonis tersebut.

Rizieq dan kuasa hukumnya lantas memutuskan untuk pikir-pikir terlebih dahulu.

"Pikir-pikir dulu yang mulia," kata Rizieq. []

Komentar

Loading...