Anggota DPRA Minta PT SBA Wajib Mengakomodir 52 Tenaga Kerja Lama

Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh, Sulaiman. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Anggota DPRA Sulaiman meminta PT Solusi Bangun Andalas (SBA) menyurati PT Bukit Energi Servis Terpadu (PT Best) selaku pihak ketiga penyedia tenaga kerja agar tetap mengakomodir 52 tenaga kerja yang telah diputuskan kontrak kerjanya.

Hal tersebut disampaikan Sulaiman usai menerima audiensi para pekerja PT Shandong Licun Power Plant Technologi (Lnet), yang telah diputuskan kontrak kerjanya secara sepihak oleh PT SBA.

“Saya secara pribadi dan lembaga DPRA dan bahkan pemerintah Aceh tidak akan tinggal diam terkait nasib 52 pekerja ini,” kata Sulaiman, Senin (11/10/2021).

Sulaiman menegaskan, agar PT SBA menyurati PT Best selaku pihak ketiga penyedia tenaga kerja yang baru untuk mengakomodir sebanyak 52 tenaga kerja yang telah diputuskan kontraknya.

“Sifatnya wajib bagi PT SBA dan PT Best untuk mempekerjakan kembali tenaga kerja saat ini. Seharusnya PT SBA menjadi solusi bagi pengangguran, jangan malah menambah angka pengangguran, kearifan lokal harus menjadi pertimbangan utama dalam hal perekrutan tenaga kerja,” ujar Sulaiman.

Sebelumnya, 52 orang tenaga kerja PT Lnet mengadu ke DPRA karena telah diputuskan kontrak kerja secara sepihak oleh PT SBA.

"Kami sejak 30 September 2021 sudah tidak bisa bekerja lagi lantaran ID Card kami sudah diblokir akses untuk masuk, padahal PT Lnet akan berakhir masa kontrak pada 27 Oktober 2021,"ujar Dwi selaku juru bicara para tenaga kerja di Lnet.

Menurut pengakuan Dwi, sebanyak 52 tenaga kerja PT Lnet dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) tidak menerima surat apapun dari PT SBA terkait pemutusan masa kerja mereka alias pemecatan sepihak.[]

Komentar

Loading...