Jelang Musprov, PBSI Aceh Buka Peluang Calon Ketua untuk Semua Kalangan

BANDA ACEH - Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Aceh membuka peluang para pecinta bulutangkis untuk maju sebagai ketua pada Musyawarah Provinsi (Musprov) guna memilih ketua baru periode 2021-2026.

Ketua Pengprov PBSI Aceh Nahrawi Noerdin mengatakan, kepengurusannya akan berakhir pada Oktober 2021 mendatang. Di akhir masa kepemimpinannya ini, dirinya mengajak para pengurus untuk melakukan konsolidasi mencari figur terbaik untuk melanjutkan estafet kepemimpinan PBSI Aceh hingga lima tahun mendatang.

“Sebelumnya kamj telah bekerja keras untuk membangun pondasi organisasi yang sistemik, tertib, juga berfokus pada pengembangan klub pembinaan usia dini hingga remaja. Meskipun belum berjalan sepenuhnya, akibat sejumlah kendala dan situasi pandemi yang berkepanjangan, namun langkah kecil yang telah kami lakukan InsyaAllah akan memudahkan pemegang mandat berikutnya untuk membawa organisasi ini ke tahap yang lebih baik, tanpa harus memulai dari zero," kata Ketua Pengprov PBSI Aceh Nahrawi Noerdin, Senin (12/7/2021).

Untuk itu, kata Nahrawi, dengan semangat sportifitas dan kebersamaan dalam persaudaraan, PBSI Aceh memanggil kader-kader terbaik dan pencinta bulutangkis di Aceh untuk mencalonkan diri sebagai pemegang mandat kepemimpinan Pengprov PBSI Aceh berikutnya.

Nahrawi menyebutkan, di masa kepemimpinannya ada sejumlah progress penting yang telah dilakukan, diantaranya telah melaksanakan muskab di seluruh kabupaten/kota, kecuali Pidie Jaya dan Aceh Jaya. Kemudian pengiriman atlet ke tingkat nasional dan sirkuit nasional (sirnas), serta audisi ke klub besar di Pulau Jawa.

"Kami juga telah memberi pembinaan dan membantu prasarana kepada klub-klub yang aktif, dan saat ini ada tujuh atlet yang sedang mengikuti pembinaan di klub besar di Pulau Jawa. Diantaranya, di PB Djarum, PB Jayaraya, PB victori dan PB Candra Wijaya,” ujarnya.

“Bulutangkis ini butuh anggaran besar agar program PBSI seperti pembinaa atlet, pengembangan infrastruktur dan fasilitas lainnya, tapi selama ini anggaran itu sangat minim, namun tetap dijalankan dengan anggaran yang ada," tambah Nahrawi.

Nahrawi menambahkan, dalam kondisi pandemi semua kegiatan yang telah direncanakan terpaksa tertunda, sehingga proses pengembangan PBSI Aceh yang lebih baik seperti yang diharapankan belum terwujud sepenuhnya.

“Kedepan akan lebih mudah membangun PBSI Aceh ini, karena dasar pondasi pengembangannya telah kami perkuat di masa pademi ini, semoga Covid-19 cepat berlalu, dan jika ada yang berhasrat untuk mencalonkan diri sebagai ketua PBSI ke depan kami membuka peluang, dengan harapan mampu membangkitkan PBSI Aceh ke arah yang lebih baik,” kata Nahrawi.[]

Komentar

Loading...