Anggota DPRA Minta TV di Aceh Putar Film Cut Nyak Dhien

Film Tjoet Nja' Dhien. [YouTube/ Erros Djarot's Creative Corner]

BANDA ACEH – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Bardan Sahidi meminta agar TV di Aceh dapat konsisten mendukung siaran lokal Aceh. Dia meminta agar siaran TV di Aceh misalnya ikut memutar film Cut Nyak Dhien dalam tayangannya.

"Kami meminta, lembaga penyiaran publik di Aceh, stasiun televisi milik pemerintah, swasta dan komunitas menyiarkan tayang ulang film Cut Nyak Dien, mendanai kesiapan perpindahan TV analog ke digital," kata Bardan Sahidi pada acara Focus Group Discussion dan Sosialisasi Kesiapan Lemabaga Penyiaran TV Aceh Menuju Analog Switch OFF (ASO) 2022, yang berlangsung di Hotel Keumala Banda Aceh, Rabu (30/6/2021).

Bardan menyebutkan, dalam upaya menyampaikan informasi publik yang bersih, jernih dan cangih, migrasi ke digital adalah keniscayaan. Jika tidak mau tertingal, teknologi informasi ini sangat cepat tumbuh dan berkembang, selamat datang TV digital di Aceh.

"Secara administratif dan teknis, Aceh siap migrasi dari analog ke digital, kami patut beri apresiasi kepada rekan-rekan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA), Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian Aceh, Balmon, Kementerian Komunikasi dan Informatika Kelas II Banda Aceh dan lembaga penyiaran publik di Aceh," kata Bardan.

Sebelumnya diberitakan, proses migrasi penyiaran TV analog ke digital di Aceh akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, akan dilakukan di Banda Aceh dan Aceh Besar yang dimulai pada 17 Agustus 2021.

"Penutupan TV Analog untuk Banda Aceh dan Aceh Besar akan dimulai pada tahap pertama pada 17 Agustus 2021," kata Putri Novriza dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (30/6/2021).

Putri menyebutkan, peralihan siaran TV analog ke siaran TV digital merupakan amanat Undang-undang Cipta Kerja. Pada UU Cipta Kerja, Pasal 72 angka 8 (sisipan Pasal 60A Undang-undang Penyiaran) disebutkan batas akhir penghentian siaran televisi analog atau Analog Switch Off (ASO) paling lambat dua tahun sejak diundangkan.

"Artinya batas akhir ASO atau migrasi TV digital pada 2 November 2022," sebutnya.[]

Komentar

Loading...